Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kapan Sidang Isbat Idul Fitri 2026? Ini Prediksi 1 Syawal 1447 H Versi Kemenag, BMKG, dan BRIN

Nur Pramudito • Rabu, 18 Maret 2026 | 07:56 WIB

Kapan Sidang Isbat Idul Fitri 2026? Ini Prediksi 1 Syawal 1447 H Versi Kemenag, BMKG, dan BRIN
Kapan Sidang Isbat Idul Fitri 2026? Ini Prediksi 1 Syawal 1447 H Versi Kemenag, BMKG, dan BRIN

 

RADARSOLO.COM - Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, publik mulai ramai mencari informasi terkait kapan sidang isbat Idul Fitri 2026 akan digelar.

Agenda tahunan ini menjadi momen penting karena menjadi dasar penetapan resmi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menentukan tanggal 1 Syawal 1447 H melalui sidang isbat, yang mengacu pada kombinasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Oleh sebab itu, kepastian Idul Fitri 2026 baru akan diumumkan setelah sidang tersebut rampung.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan bahwa Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Baca Juga: Idul Fitri 2026 Muhammadiyah dan NU Tanggal Berapa? Ini Alasan Lebaran 1447 H Berpotensi Beda Hari

Kapan Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar?

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadhan 1447 H.

Sidang ini akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Seluruh persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun substansi.

“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujar Abu Rokhmad.

Rangkaian sidang diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan dengan verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Setelah itu, sidang isbat digelar secara tertutup sebelum akhirnya Menteri Agama mengumumkan hasil penetapan 1 Syawal 1447 H.

Sidang ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti pakar astronomi dari BMKG, BRIN, observatorium, planetarium, serta perwakilan organisasi masyarakat Islam.

Dengan keterlibatan luas tersebut, hasil sidang memiliki legitimasi yang kuat.

Prediksi Idul Fitri 2026: Berpotensi Jatuh 21 Maret

Sejumlah pihak telah merilis prediksi Idul Fitri 2026, termasuk dari internal Kemenag.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa posisi hilal pada akhir Ramadhan belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.

Standar MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Namun, berdasarkan perhitungan, ketinggian hilal berkisar antara 0 hingga 3 derajat, sementara elongasi berada di rentang 4 hingga 6 derajat.

Artinya, secara hisab, hilal belum memenuhi syarat untuk terlihat.

Jika kondisi ini dikonfirmasi melalui rukyat, maka Ramadhan akan disempurnakan menjadi 30 hari, sehingga prediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026.

Baca Juga: Idul Fitri 2026 Muhammadiyah dan NU Tanggal Berapa? Ini Alasan Lebaran 1447 H Berpotensi Beda Hari

Prediksi BMKG: Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

Prediksi serupa juga disampaikan oleh BMKG. Ketua Tim Kerja Bidang Tanda Waktu BMKG, Himawan Widiyanto, menyebut bahwa posisi hilal pada 19 Maret 2026 masih di bawah standar MABIMS.

Ketinggian hilal diperkirakan berada di kisaran 0 derajat 54 menit di Merauke hingga 3 derajat 7 menit di Sabang. Sementara elongasi berkisar antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit.

Dengan kondisi tersebut, peluang hilal terlihat sangat kecil, sehingga Ramadhan kemungkinan digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fitri 2026 diprediksi jatuh pada 21 Maret 2026.

Prediksi BRIN: Hilal Belum Memenuhi Syarat

Prediksi dari BRIN juga mengarah pada tanggal yang sama.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa posisi hilal saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026 belum memenuhi kriteria visibilitas.

Menurutnya, dalam standar MABIMS, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Karena belum terpenuhi, maka kemungkinan besar hilal tidak dapat diamati.

Dengan demikian, Ramadhan 1447 H berpotensi digenapkan menjadi 30 hari, dan prediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Meski begitu, seluruh prediksi tersebut masih bersifat sementara.

Kepastian resmi mengenai Idul Fitri 2026 tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh pemerintah.(np)

Editor : Nur Pramudito
#Hitung Mundur Idul Fitri 2026 #kemenag #Jadwal sidang isbat Idul Lebaran 2026 #1 Syawal 1447 H #BMKG #Hari Raya Idul fitri 2026 #jadwal sidang isbat penetapan hari raya Idul Fitri 2026 #idul fitri tanggal berapa #kapan sidang isbat #tanggal berapa lebaran 2026 #BRIN #Kapan Sidang Isbat Idul Fitri 2026 #kemingkinan lebaran 2026 #sidang isbat penetapan Idul Fitri 1447 H #sidang isbat