Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 2026 Kapan? Jadwal, Lokasi dan Link Live Streaming Pengumuman Idul Fitri 1447 H

Syahaamah Fikria • Rabu, 18 Maret 2026 | 17:56 WIB

Ilustrasi rukyatul hilal penentuan awal Ramadan.
Ilustrasi rukyatul hilal penentuan awal Ramadan.

RADARSOLO.COM – Jutaan umat Muslim di Indonesia kini tengah menanti jawaban pasti mengenai tanggal Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Kementerian Agama (Kemenag) RI dijadwalkan akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H pada besok, Kamis 19 Maret 2026.

Sidang yang menjadi rujukan resmi penetapan Lebaran 2026 ini akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kantor Kementerian Agama, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Berbeda dengan sidang awal Ramadan lalu yang digelar di hotel, kali ini pemerintah kembali menggunakan fasilitas kantor pusat untuk proses pengambilan keputusan krusial ini.

Jadwal dan Rundown Tahapan Sidang Isbat 2026

Berdasarkan informasi resmi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag, proses sidang akan dibagi menjadi tiga tahap utama yang dimulai sejak sore hari:

- Pukul 16.30 WIB: Seminar Posisi Hilal

Tahap awal ini berupa pemaparan posisi hilal secara astronomis oleh tim pakar.

Sesi ini bersifat terbuka dan dapat disaksikan oleh masyarakat umum melalui live streaming di kanal YouTube Bimas Islam TV, TikTok, serta Instagram resmi Bimas Islam.

- Pukul 18.45 WIB: Pelaksanaan Sidang Isbat (Tertutup)

Sesi inti yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI ini dilakukan secara tertutup.

Agenda utama adalah mendengarkan laporan hasil rukyatul hilal (pengamatan langsung) dari berbagai titik di penjuruh Indonesia serta memadukannya dengan data hisab.

- Pukul 19.25 WIB: Konferensi Pers Hasil Penetapan 1 Syawal

Pemerintah akan mengumumkan secara resmi hasil sidang kepada publik melalui siaran langsung di YouTube Kemenag RI dan Bimas Islam TV, serta kanal media sosial lainnya.

Metode Penetapan

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan, sidang ini merupakan forum musyawarah yang mempertemukan berbagai elemen, mulai dari ulama, akademisi, pakar astronomi dari BMKG dan BRIN, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam.

Pemerintah menggunakan dua metode utama untuk mencapai keputusan yang akurat.

1. Metode Hisab: Perhitungan matematis dan astronomis mengenai posisi bulan.

2. Rukyatul Hilal: Pengamatan visual di lapangan untuk membuktikan keberadaan hilal.

"Pelaksanaan sidang didasarkan pada integrasi data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi secara ketat," ujar Abu Rokhmad.

Jika hilal berhasil teramati pada Kamis petang dan memenuhi kriteria MABIMS, maka Lebaran jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Namun, jika hilal tidak terlihat, maka Ramadan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) dan Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Prediksi Pemerintah dan Imbauan Persatuan

Jika merujuk pada SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Kalender Hijriah 2026, pemerintah memberikan estimasi bahwa Idulfitri 1447 H berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap bersabar dan menjadikan hasil sidang isbat besok sebagai rujukan final.

Kemenag mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati dinamika perbedaan metode penentuan awal bulan sebagai bagian dari kekayaan keilmuan Islam, dengan tetap mengedepankan nilai persatuan dan saling menghormati antarumat beragama. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#kemenag #Penetapan Idul Fitri #Idul Fitri 1447 H #sidang isbat 1 syawal 1447 h #Idul Fitri 2026 #sidang isbat 1 syawal #Penetapan Lebaran #lebaran 2026 #sidang isbat