RADARSOLO.COM – Dunia bisnis Indonesia berduka. Salah satu putra terbaik sekaligus maestro ekonomi tanah air, Michael Bambang Hartono, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (17/3/2026).
Tokoh kunci di balik kesuksesan Grup Djarum dan Bank Central Asia (BCA) tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 13.15 waktu Singapura di usia 87 tahun.
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan.
Kepergian sosok yang akrab disapa Bambang Hartono ini meninggalkan warisan imperium bisnis raksasa yang telah menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di dunia selama berdekade-dekade.
Gurita Bisnis: Dari Mana Saja Sumber Kekayaan Michael Bambang Hartono?
Berdasarkan data real-time Forbes dan Bloomberg Billionaires Index per awal 2026, kekayaan Michael Bambang Hartono diperkirakan mencapai US$ 17,5 miliar atau setara dengan Rp297 triliun.
Angka fantastis ini menempatkannya di posisi ke-5 orang terkaya di Indonesia.
Kekayaannya tidak berasal dari satu pintu, melainkan hasil dari diversifikasi bisnis yang sangat matang di berbagai sektor strategis:
1. Perbankan (Bank Central Asia)
Sumber pundi-pundi terbesar keluarga Hartono berasal dari kepemilikan saham mayoritas di PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, mereka mengambil alih BCA pasca krisis ekonomi 1998 dan berhasil mentransformasikannya menjadi bank swasta terbesar sekaligus perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi di Bursa Efek Indonesia.
2. Industri Rokok (Group Djarum)
Warisan sang ayah, Oei Wie Gwan, dikelola Michael hingga menjadi raksasa industri rokok kretek dunia.
Di bawah kepemimpinannya, Djarum tidak hanya menguasai pasar domestik tetapi juga mengekspor produk ke mancanegara, menjadi fondasi utama kekuatan finansial keluarga Hartono.
3. Sektor Perkebunan dan Agribisnis
Michael juga melakukan ekspansi masif ke sektor komoditas.
Ia tercatat memiliki konsesi perkebunan kelapa sawit yang luas di Kalimantan Barat dengan total area mencapai sekitar 65.000 hektare.
4. Teknologi, Ritel, dan Elektronik
Imperium Hartono merambah ke dunia modern melalui brand elektronik Polytron.
Selain itu, melalui modal ventura Global Digital Niaga, mereka menguasai platform e-commerce Blibli, agen perjalanan online (OTA) Tiket.com, hingga jejaring ritel supermarket Ranch Market.
Sosok Sederhana yang Mencintai Olahraga Bridge
Meskipun memiliki harta berlimpah, Michael Bambang Hartono dikenal luas karena gaya hidupnya yang jauh dari kesan mewah.
Publik sempat dihebohkan ketika foto dirinya sedang makan di sebuah warung kaki lima sederhana di Semarang viral di media sosial beberapa tahun lalu.
Dedikasinya tidak hanya terbatas pada meja perundingan bisnis.
Michael adalah seorang atlet Bridge tingkat dunia. Ia menjadi atlet tertua kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 dan berhasil menyumbangkan medali perunggu.
Uniknya, bonus uang pembinaan dari pemerintah yang ia terima justru didonasikan kembali untuk pengembangan atlet bridge di Indonesia.
Rekam Jejak Pendidikan dan Awal Karier
Lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939, Michael sempat menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Namun, sejarah mencatat ia memilih berhenti kuliah demi menyelamatkan bisnis keluarga setelah pabrik Djarum ludes terbakar dan sang ayah wafat pada tahun 1963.
Keputusan berani tersebut terbukti menjadi titik balik yang mengantarkan Djarum menjadi imperium bisnis lintas industri seperti sekarang.
Kepergian Michael Bambang Hartono menandai berakhirnya era kepemimpinan generasi kedua keluarga Hartono yang telah membawa dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria