SOLOBALAPAN.COM – Tekanan global akibat konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia berdampak serius pada membengkaknya APBN 2026.
Merespons situasi ini, Wakil Ketua Komisi II DPR RI sekaligus Ketua DPC PDIP Solo, Aria Bima, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemotongan gaji menteri dan anggota dewan.
Langkah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai Aria Bima sebagai langkah tepat untuk menunjukkan keberpihakan negara terhadap kondisi rakyat yang tengah terjepit.
Wujud Empati di Tengah Krisis
Aria Bima menekankan bahwa saat ini masyarakat sedang berjuang menghadapi badai ekonomi, mulai dari tingginya angka pengangguran hingga merosotnya daya beli.
“Kami setuju pemangkasan sebagai wujud dukungan moral di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Situasi saat ini tidak mudah, pemotongan gaji menjadi wujud empati moral bagi kita sebagai pejabat publik,” tegas Aria Bima di Kantor DPC PDIP Solo, Rabu (18/3/2026).
Jangan Sekadar Simbolis
Meski sepakat dengan pemotongan gaji, Aria Bima memberikan catatan kritis.
Ia menegaskan agar kebijakan ini tidak berhenti pada level pencitraan atau simbolis semata.
Menurutnya, hal yang jauh lebih krusial adalah langkah nyata pemerintah dalam memperbaiki fundamental ekonomi.
Tiga Poin Utama Catatan Aria Bima:
Penciptaan Lapangan Kerja: Pemerintah harus fokus pada pembukaan lapangan kerja secara masif untuk menekan angka pengangguran.
Daya Beli Masyarakat: Kebijakan strategis diperlukan untuk menahan laju inflasi akibat kenaikan harga energi global.
Dampak Konkret: Pastikan hasil pemotongan gaji dialokasikan untuk program yang menyentuh akar rumput, bukan sekadar jadi bahan perdebatan publik.
Menanti Keputusan Strategis
Aria Bima menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa publik saat ini sangat menanti keputusan strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang kian liar.
"Sebagai pejabat, yang terpenting adalah bagaimana keputusan kita atas situasi ekonomi nasional dan global ini harus seperti apa kedepannya. Itu yang ditunggu rakyat," pungkasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram