RADARSOLO.COM – Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah telah tiba. Ibadah utama yang paling dinantikan umat Muslim setelah sebulan penuh berpuasa adalah pelaksanaan sholat Idul Fitri (sholat Id).
Ibadah ini memiliki hukum sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan, sebagaimana tradisi yang dijaga Rasulullah SAW sejak tahun kedua Hijriah.
Namun, masyarakat perlu memperhatikan adanya perbedaan waktu pelaksanaan sholat Id pada tahun 2026 ini.
Warga Muhammadiyah bersiap melaksanakan Shalat Id pada Jumat, 20 Maret 2026, sesuai dengan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil sidang isbat yang memutuskan istikmal (pembulatan Ramadhan menjadi 30 hari).
Bagi umat Muslim yang akan melaksanakan Sholat Id, berikut adalah panduan lengkap mengenai niat dan tata caranya sesuai tuntunan syariat.
Bacaan Niat Sholat Idul Fitri 2026
Niat merupakan rukun utama dalam ibadah.
Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
Namun, melafalkannya sebelum sholat hukumnya sunnah untuk memantapkan hati.
Lafal Niat Sholat Id untuk Makmum:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman lillâhi ta’âlâ.
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala."
Lafal Niat untuk Imam:
(Ganti kata "ma’mûman" menjadi "imâman")
Tata Cara Sholat Id Sesuai Sunnah
Secara umum, rukun shalat Id sama dengan sholat fardhu, namun terdapat tambahan teknis berupa takbir ekstra.
Berikut tahapannya:
1. Rakaat Pertama
- Takbiratul Ihram disertai niat
- Membaca Doa Iftitah
- Takbir sebanyak 7 kali
- Di sela-sela setiap takbir, disunnahkan membaca pujian kepada Allah:
"Subhânallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar". (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar)
- Membaca Surat Al-Fatihah diikuti surat pendek (dianjurkan Surat Al-A’la)
- Ruku, sujud, dan bangun kembali seperti shalat biasa.
2. Rakaat Kedua
- Setelah berdiri untuk rakaat kedua, lakukan Takbir sebanyak 5 kali (di luar takbir saat bangun dari sujud)
- Membaca pujian di sela-sela takbir seperti pada rakaat pertama
- Membaca Surat Al-Fatihah diikuti surat pendek (dianjurkan Surat Al-Ghasyiyah)
- Ruku, sujud, Tahiyat Akhir, hingga Salam
Kesunahan Setelah Sholat Id
Berbeda dengan Sholat Idul Adha yang dianjurkan untuk dilaksanakan lebih awal, Sholat Idul Fitri justru disunnahkan untuk sedikit diperlambat.
Hal ini bertujuan memberikan kesempatan bagi umat Muslim yang belum sempat menunaikan zakat fitrah sebelum sholat dimulai.
Setelah salam, jamaah sangat dianjurkan untuk tidak langsung pulang.
Tetaplah duduk tenang untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh khatib.
Mendengarkan khutbah merupakan penyempurna pahala dalam rangkaian ibadah hari kemenangan.
Pesan Persatuan di Tengah Perbedaan
Meski terdapat selisih satu hari antara pelaksanaan sholat Id warga Muhammadiyah dan Pemerintah, hal ini diharapkan tidak mengurangi kekhidmatan Idul Fitri.
Perbedaan metode (Hisab KHGT dengan Rukyatul Hilal) adalah dinamika keilmuan Islam yang patut dihormati dengan semangat toleransi. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria