Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dari Mana Uang Rp6 Juta Per Hari yang Dipamerkan Hendrik Irawan Mitra MBG? Kini Minta Maaf dan Dapur SPPG Dihentikan Usai Viral Joget-joget

Syahaamah Fikria • Rabu, 25 Maret 2026 | 21:04 WIB

Hendrik Irawan, pengelola SPPG Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat berikan klarifikasi lewat Instagram pribadinya.
Hendrik Irawan, pengelola SPPG Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat berikan klarifikasi lewat Instagram pribadinya.

RADARSOLO.COM – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh aksi pamer insentif yang dilakukan oleh Hendrik Irawan, salah satu mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Batujajar, Jawa Barat.

Lewat sebuah video berjoget yang viral, Hendrik menyebut angka fantastis Rp6 juta per hari sebagai keuntungan dari program unggulan pemerintah tersebut.

Aksi viral yang dianggap tidak etis itu pun kini berbuntut panjang.

Tak hanya menuai hujatan netizen, Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi telah menjatuhkan sanksi berat berupa penghentian sementara (suspend) operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Hendrik.

Klarifikasi Hendrik Irawan

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Hendrik Irawan akhirnya buka suara pada Selasa (24/3/2026).

Ia mengklaim bahwa narasi yang beredar di media sosial telah memicu kesalahpahaman besar.

Menurutnya, uang Rp6 juta tersebut bukanlah keuntungan bersih dari memangkas anggaran makanan anak-anak.

"Insentif Rp6 juta per hari itu bukan kami ambil dari jatah anak-anak. Itu adalah insentif resmi yang diberikan pemerintah kepada mitra pengelola SPPG sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional," jelas Hendrik dalam unggahan klarifikasinya.

Hendrik merinci bahwa nilai tersebut hanya dihitung selama 24 hari kerja operasional dalam sebulan, dan berfungsi sebagai pengganti biaya operasional serta investasi yang telah ia keluarkan.

Klaim Modal Pribadi Rp3,5 Miliar dan Belum Balik Modal

Hendrik mengungkapkan bahwa dirinya telah menggelontorkan dana pribadi yang sangat besar untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto ini.

Ia membangun dapur SPPG Pangauban Batujajar di atas tanah kosong seluas hampir 1.000 meter persegi dengan total modal sebesar Rp3,5 miliar, yang berasal dari kantong pribadi.

Dia juga mengklaim jika belum balik modal hingga saat ini.

"Saya membangun SPPG itu dari tanah kosong, tidak serta merta memakai uang pemerintah. Uang Rp6 juta itu adalah pengganti selama program berjalan karena pemerintah berkolaborasi dengan mitra yang mampu membangun infrastrukturnya sendiri," imbuhnya.

Sanksi Suspend dari Badan Gizi Nasional

Meski telah memberikan penjelasan teknis, tindakan Hendrik yang memamerkan pendapatan dengan cara yang dinilai kurang pantas tetap memicu reaksi tegas dari otoritas terkait.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang telah menjatuhkan sanski menghentikan sementara izin operasional SPPG milik Hendrik.

Hendrik pun menyampaikan permohonan maaf terbuka, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat luas.

"Mungkin netizen merasa puas (dengan penutupan ini). Tidak apa-apa, yang penting saya sudah meminta maaf berkali-kali," ucap Hendrik. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #joget #SPPG #Mbg #klarifikasi #Hendrik Irawan #Mitra MBG #dapur SPPG #insentif #BGN