RADARSOLO.COM - Nama Alfin Maksamalmina Windian mendadak ramai diperbincangkan publik.
Banyak yang bertanya, siapa Alfin Maksamalmina Windian setelah dirinya sempat dilaporkan hilang dan akhirnya ditemukan tewas dalam kondisi terkubur di Cikeas.
Alfin diketahui menghilang sejak 11 Maret 2026.
Informasi tersebut pertama kali beredar melalui media sosial, salah satunya dari akun Instagram @dhemit_is_back.01.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Alfin terakhir terlihat sekitar pukul 03.00 WIB.
Saat dilaporkan hilang, Alfin menggunakan sepeda motor Vespa Sprint (Stilo) berwarna krem dengan nomor polisi B 1802 ANA.
Ia juga mengenakan jaket Arai putih hitam, kaus kuning, celana biru, sandal Crocs hijau, serta membawa tas selempang hitam.
Lokasi terakhir Alfin terlihat berada di Jalan Jambore, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Sejak saat itu, pihak keluarga dan kerabat terus berupaya mencari keberadaannya.
Namun, kabar duka datang pada Rabu, 25 Maret 2026. Alfin Maksamalmina Windian ditemukan dalam kondisi tewas di kawasan Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Yang mengejutkan, jasadnya ditemukan dalam keadaan terkubur dengan kedalaman sekitar tiga meter.
Informasi mengenai ditemukannya Alfin juga disampaikan melalui media sosial X (Twitter) oleh akun @dhemit_is_back pada 26 Maret 2026.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Setelah dilaporkan dan kami umumkan pencarian orang hilang sejak beberapa hari lalu, Alfin Maksamalmina Windian akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” tulis akun tersebut.
Penemuan jasad yang terkubur di Cikeas ini memicu dugaan adanya tindak pidana.
Banyak pihak menduga Alfin menjadi korban pembunuhan, mengingat kondisi jasad yang tidak wajar.
Lantas, siapa sebenarnya Alfin Maksamalmina Windian?
Hingga kini, belum banyak informasi yang terungkap mengenai latar belakang Alfin. Jejak digital terkait dirinya pun terbilang minim.
Namun, dari informasi yang beredar, Alfin dikenal sebagai sosok yang baik oleh teman-temannya.
Ia juga disebut sebagai tulang punggung keluarga karena berstatus sebagai anak tunggal.
Sosoknya mulai dikenal luas publik setelah kasus hilangnya menjadi viral di media sosial.
Selain itu, terdapat dugaan bahwa Alfin pernah menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Media Kreatif. Namanya disebut-sebut tercantum dalam jadwal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis CAT pada tahun 2018.
Meski demikian, hingga kini pihak berwenang masih menyelidiki lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian Alfin Maksamalmina Windian.
Motif di balik kematiannya yang ditemukan terkubur di Cikeas juga masih menjadi tanda tanya besar.(np)
Editor : Nur Pramudito