Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dunia Terancam Krisis Energi, Begini Gambaran Kehidupan para Leluhur di Tanah Air sebelum Tersedia BBM dan Listrik

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 27 Maret 2026 | 13:26 WIB
Ilustrasi aktivitas para leluhur di tanah air sebelum bahan bakar minyak dan listrik tersedia. (AI GENERATED/GEMINI)
Ilustrasi aktivitas para leluhur di tanah air sebelum bahan bakar minyak dan listrik tersedia. (AI GENERATED/GEMINI)

RADARSOLO.COM – Sejumlah negara tetangga Indonesia mulai mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM).

Krisis ini dipicu oleh eskalasi besar di Timur Tengah yang melibatkan perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran, yang meletus sejak akhir Februari 2026.

Konflik ini berujung blokade di Selat Hormuz, jalur nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak global.

Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026

Berikut situasi di beberapa negara tetangga:

·         Filipina: Telah mendeklarasikan Darurat Energi Nasional pada 24 Maret 2026. Pemerintah di sana mulai membatasi jam kerja dan sekolah untuk menghemat bahan bakar.

·         Thailand: Harga BBM melonjak hingga 18-22% dalam sepekan terakhir. Antrean panjang terjadi di berbagai SPBU karena warga panik sebelum kenaikan harga berlaku.

·         Malaysia: Mulai memangkas kuota subsidi BBM (RON95) untuk warganya guna menjaga ketahanan stok domestik.

·         Laos & Vietnam: Mulai mengurangi frekuensi penerbangan domestik dan jam tatap muka di sekolah demi menghemat konsumsi BBM.

Pertanyannya, apakah Indonesia pernah merasakan krisis energi?

Baca Juga: Kemarau Panjang Mengintai Di 2026, Ancang-Ancang Revitalisasi Dam Cendono Sukoharjo

Bagi leluhur kita, hidup tanpa energi modern (BBM dan listrik) adalah realitas kehidupan sehari-hari.

Secara historis, "titik nol" di mana teknologi ini belum ada secara massal adalah sebelum akhir abad ke-19 (sebelum tahun 1870-an - 1880-an).

Diketahui, minyak bumi (BBM) masuk ke Indonesia pada 1885 dengan ditemukannya sumur minyak pertama di Telaga Tunggal (Langkat, Sumut) oleh A.J. Zijlker.

Adapun sambungan listrik masuk pada 1897 dengan berdirinya perusahaan listrik pertama (NIGM) di Batavia, menyusul pembangunan PLTA pertama.

Untuk kendaraan bermotor (mobil), kali pertama datang pada 1894  yang dimiliki oleh Raja Keraton Solo Pakubuwono X.

Baca Juga: Negara Tetangga Mulai Dihantam Krisis BBM, Akankah Motor dan Mobil Listrik di Indonesia Diburu? Berikut Daftar Harga Unitnya

Berikut adalah gambaran detail kehidupan di Nusantara pada masa itu:

Transportasi: Kekuatan Otot dan Angin

Tanpa BBM, mobilitas para leluhur sangat terbatas dan memakan waktu lama.

Penerangan: Kehidupan Mengikuti Matahari

Tanpa listrik, ritme hidup manusia sangat bergantung pada siklus alami.

Baca Juga: Siapa Robert Leonard Marbun? Resmi Dilantik Jadi Sekjen Kemenkeu oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Komunikasi dan Informasi

Tanpa listrik berarti tidak ada internet, radio, televisi, atau telepon.

Ekonomi dan Produksi

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#krisis bbm #bbm langka #kehidupan para leluhur sebelum ada bbm dan listrik #listrik langka #BBM #krisis energi