RADARSOLO.COM – Viral kabar mengenai kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta mulai menemui titik terang.
Pemerintah memberikan sinyal kuat bahwa aturan yang dimaksudkan untuk efisiensi energi ini akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kepastian jadwal WFH 1 hari dalam sepekan tersebut bakal diputuskan pada pekan ini.
Langkah tersebut diambil menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada lonjakan harga minyak mentah dunia dan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Pengumuman Tak Lewati Maret 2026
Airlangga menyatakan bahwa pemerintah sedang berpacu dengan waktu untuk meresmikan kebijakan ini.
"Secepatnya, bulan ini tinggal berapa hari lagi kan. Jadi masih ada waktu (sebelum Maret berakhir)," ujar Airlangga.
Ia menambahkan, seluruh menteri di Kabinet Merah Putih telah menyepakati opsi WFH satu hari per minggu sebagai langkah taktis penghematan anggaran.
Saat ini, draf kebijakan tersebut tinggal menunggu arahan final dari Presiden Prabowo Subianto.
WFH 1 Hari Sepekan Respons Krisis Energi Global
Rencana pemberlakuan WFH bagi ASN, pegawai pemerintah daerah (pemda), hingga sektor swasta ini merupakan respons langsung terhadap ketegangan geopolitik setelah keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam serangan ke Iran.
Konflik ini memicu gejolak tajam pada harga minyak dunia yang mengancam stabilitas fiskal nasional.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, sebelumnya juga meminta masyarakat untuk menanti pengumuman teknis.
Baca Juga: Cara Cek Desil Bansos 2026 Jelang Pencairan PKH-BPNT Tahap 2, Ini Panduan Lengkapnya
Nantinya, Presiden akan menunjuk menteri terkait untuk memaparkan skema kerja fleksibel (5 hari kerja, 1 hari WFH) guna menekan konsumsi BBM secara nasional.
"Setelah ada arahan Bapak Presiden, baru nanti diumumkan resmi," ucap Tito.
Rencana pemerintah ini mendapat tanggapan dari parlemen.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menilai gagasan WFH satu hari dalam sepekan cukup baik sebagai langkah mitigasi jangka pendek.
Namun, ia mengingatkan agar kebijakan ini tidak dianggap sebagai obat mujarab untuk mengatasi persoalan harga minyak yang fluktuatif.
"Gagasan ini baik sebagai langkah taktis, tetapi tidak boleh diperlakukan sebagai solusi tunggal atas tingginya harga minyak dunia," tegas Aria Bima.
Menurutnya, pemerintah juga harus tetap memikirkan strategi jangka panjang untuk ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang tidak menentu. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria