Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral Kronologi Lengkap Pesta Pernikahan di Purwakarta yang Berujung Tragedi, Tuan Rumah Tewas Dianiaya Preman

Nur Pramudito • Minggu, 5 April 2026 | 12:06 WIB
Viral Kronologi Lengkap Pesta Pernikahan di Purwakarta yang Berujung Tragedi, Tuan Rumah Tewas Dianiaya Preman
Viral Kronologi Lengkap Pesta Pernikahan di Purwakarta yang Berujung Tragedi, Tuan Rumah Tewas Dianiaya Preman

RADARSOLO.COM - Peristiwa viral yang menyita perhatian publik terjadi dalam sebuah pesta pernikahan di Purwakarta.

Suasana bahagia berubah menjadi tragedi setelah tuan rumah tewas diduga dianiaya preman, Sabtu (4/4/2026).

Insiden tersebut terjadi di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, saat acara pernikahan anak korban tengah berlangsung meriah.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, kericuhan bermula ketika sekelompok pria yang diduga preman datang ke lokasi hajatan dan meminta sejumlah uang kepada pihak tuan rumah.

Permintaan tersebut diduga merupakan praktik “jatah” yang kerap terjadi dalam acara tertentu. Namun, penolakan dari korban berinisial D (58) justru memicu emosi para pelaku.

Situasi pun memanas. Keributan tak terhindarkan hingga membuat para tamu undangan panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Di tengah kekacauan tersebut, tuan rumah menjadi sasaran amukan.

Korban diduga dianiaya secara brutal menggunakan benda keras hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Jeritan histeris keluarga dan tamu undangan pecah saat korban tergeletak. Dalam video yang beredar luas, terlihat kondisi kacau balau, sementara warga berupaya memberikan pertolongan.

Istri korban, J, bahkan dilaporkan pingsan di tempat karena tak kuat melihat kondisi suaminya.

Pihak kepolisian melalui Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut insiden bermula dari keributan yang berujung kekerasan.

“Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya tewas akibat luka yang dialaminya.

Hingga Sabtu malam, jenazah masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk keperluan visum guna memastikan penyebab pasti kematian.

Sementara itu, polisi telah mengamankan sejumlah terduga pelaku.

Mereka kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Satreskrim Polres Purwakarta untuk mengungkap secara jelas kronologi dan motif di balik tragedi pesta pernikahan di Purwakarta tersebut.

“Pelaku sudah diamankan dan masih dalam proses pendalaman,” kata Enjang.(np)

Editor : Nur Pramudito
#pengeroyokan #pesta pernikahan berujung maut #tragedi hajatan #kronologi #purwakarta