RADARSOLO.COM — Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4). Peresmian ini menjadi penanda serius percepatan industrialisasi kendaraan listrik di Indonesia.
Dalam agenda tersebut, Prabowo didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta sejumlah menteri, termasuk Mensesneg Prasetyo Hadi dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Baca Juga: Adu Mobil Bekas Pintu Geser: Honda Freed vs Toyota Sienta, Mana Lebih Hemat Harga & Perawatan?
Presiden menegaskan, pembangunan industri kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi besar nasional untuk memperkuat sektor energi dan transportasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Ia juga menyoroti langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memesan puluhan unit bus listrik sebagai bentuk dukungan konkret terhadap produk dalam negeri.
Baca Juga: 71 Mobil Operasional KDMP Tiba di Boyolali, Tahap Awal Dibagikan Ke Koperasi Yang Sudah Operasional.
“Saya terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah. Pemerintah daerah sudah memesan beberapa puluh bus. Kita harapkan daerah lain juga mengikuti, membeli produk bangsa sendiri,” tegas Prabowo.
Dari sisi industri, Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie menyebut, fasilitas di Magelang ini memiliki kapasitas awal produksi hingga 3.000 unit bus dan truk listrik per tahun. Kapasitas tersebut bahkan bisa ditingkatkan hingga 10.000 unit.
Baca Juga: Link Tiket Konser EXO Jakarta 2026 Masih Ada, Simak Jadwal dan Harga Sebelum Sold Out
Menurutnya, pasar kendaraan komersial di Indonesia sangat besar, dengan populasi sekitar 280 ribu bus dan 6,5 juta truk. Elektrifikasi sektor ini dinilai mampu memberikan dampak ekonomi signifikan.
“Kalau seluruh bus dan truk beralih ke listrik, potensi penghematan subsidi BBM bisa mencapai sekitar 5 miliar dolar AS per tahun,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan kendaraan listrik bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari upaya membangun kemandirian industri otomotif nasional berbasis energi bersih.
VKTR juga terus meningkatkan kandungan lokal dalam produksinya. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) telah mencapai 40 persen pada 2025 dan ditargetkan mendekati 60 persen tahun ini.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi motor penggerak ekosistem industri kendaraan listrik di Jawa Tengah. Selain membuka peluang industri komponen lokal, pabrik ini berpotensi menjadi “industri jangkar” yang menarik investasi baru di sektor manufaktur.
Di sisi lain, Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari pembangunan 283 unit SPKLU di 179 lokasi di Jawa Tengah dan DIY, insentif pajak kendaraan listrik, hingga penyiapan tenaga kerja terampil melalui pendidikan vokasi.
Langkah ini menandai fase baru industrialisasi energi bersih di Indonesia—di mana kendaraan listrik tidak lagi sekadar wacana, melainkan mulai masuk ke tahap produksi massal dan penetrasi pasar. (*)
Editor : Kabun Triyatno