RADARSOLO.COM - Sorotan publik tengah mengarah pada PT Yasa Artha Trimanunggal setelah ditunjuk sebagai pemenang tender pengadaan motor listrik dalam program Motor Listrik MBG (Makan Bergizi Gratis) yang digagas Badan Gizi Nasional.
Perusahaan ini dipercaya menyediakan motor trail listrik tipe Emmo JVX GT untuk mendukung operasional program tersebut.
Namun, perhatian publik meningkat tajam setelah harga satuan kendaraan beredar luas di media sosial.
Nilai pengadaan yang mendekati Rp50 juta per unit, meski sudah termasuk pajak, dinilai cukup tinggi oleh sebagian masyarakat.
Terlebih lagi, harga tersebut masih berstatus off the road, yang berarti masih membutuhkan tambahan biaya untuk legalitas penggunaan di jalan raya.
Situasi ini memunculkan berbagai pertanyaan, mulai dari profil perusahaan hingga siapa sebenarnya pemilik PT Yasa Artha Trimanunggal.
Tak sedikit warganet yang mempertanyakan transparansi serta kewajaran harga dalam proses tender pengadaan tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun sempat memberikan tanggapan.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah menolak rencana pengadaan kendaraan operasional tersebut pada tahun sebelumnya.
Lantas, siapa sosok di balik PT Yasa Artha Trimanunggal sebagai pemenang tender pengadaan motor listrik MBG ini?
Profil dan Pemilik PT Yasa Artha Trimanunggal
PT Yasa Artha Trimanunggal merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor strategis, seperti logistik, pengadaan barang, alat kesehatan, hingga ekspor-impor.
Berdasarkan informasi resmi perusahaan, PT Yasa Artha Trimanunggal berdiri pada tahun 2016 dan berkantor pusat di Jakarta.
Sejak awal berdiri, perusahaan ini terus memperluas jangkauan layanannya ke berbagai wilayah di Indonesia.
Layanan yang ditawarkan mencakup berbagai segmen, mulai dari kebutuhan individu, sektor industri, hingga pelaku usaha.
Dalam struktur manajemen perusahaan, posisi Direktur Utama dipegang oleh Yenna Yuniana.
Ia menjadi figur sentral dalam operasional perusahaan sekaligus penentu arah kebijakan strategis.
Perannya sebagai pimpinan menjadikan Yenna Yuniana sebagai representasi utama perusahaan dalam berbagai kerja sama bisnis dan pengambilan keputusan penting, termasuk dalam proyek pengadaan motor listrik MBG.
Peran Strategis dan Jejak Bisnis
Sebagai pimpinan, Yenna Yuniana diketahui aktif terlibat dalam sejumlah proyek besar.
Ia pernah mewakili perusahaan dalam penandatanganan kerja sama strategis dengan PT Dirgantara Indonesia terkait pengadaan pesawat.
Selain itu, ia juga berperan dalam proses integrasi maskapai SAM Air, yang semakin menunjukkan keterlibatan perusahaan dalam berbagai sektor industri.
Dalam praktik bisnisnya, Yenna Yuniana bertindak sebagai eksekutor utama yang mengendalikan jalannya perusahaan, mulai dari perencanaan strategi hingga menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.
Tak hanya itu, ia juga berperan sebagai perwakilan hukum perusahaan dalam berbagai aktivitas korporasi.
Sorotan Publik dan Keterkaitan dengan KPK
Nama Yenna Yuniana dan PT Yasa Artha Trimanunggal juga sempat menjadi perhatian dalam konteks lain.
Pada November 2025, ia diketahui memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi.
Pemanggilan tersebut berkaitan dengan posisi perusahaan sebagai mitra logistik dalam penyaluran bantuan sosial pemerintah.
Meski demikian, kehadirannya dalam pemeriksaan tersebut bersifat kooperatif sebagai saksi dalam proses penyelidikan.
Kesimpulan
Penunjukan PT Yasa Artha Trimanunggal sebagai pemenang tender pengadaan Motor Listrik MBG memunculkan berbagai pertanyaan publik, terutama terkait harga dan transparansi.
Sosok Yenna Yuniana sebagai pimpinan perusahaan menjadi kunci dalam memahami arah bisnis dan keterlibatan perusahaan dalam proyek strategis tersebut.
Ke depan, transparansi dalam proses pengadaan diharapkan dapat semakin ditingkatkan untuk menjaga kepercayaan publik.(np)
Editor : Nur Pramudito