RADARSOLO.COM – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, memunculkan pertanyaan besar mengenai afiliasi politik sang kepala daerah.
Meski dikenal sebagai tokoh yang didukung oleh koalisi banyak partai besar, status keanggotaan Gatut Sunu di partai politik kini berada di zona abu-abu.
Penyelidikan mengenai latar belakang politiknya mengungkap fakta menarik.
Gatut Sunu Wibowo ternyata berada dalam posisi transisi keanggotaan saat diringkus oleh lembaga antirasuah pada Jumat (10/4/2026) malam.
Status di PDIP: Otomatis Gugur karena "Membelot"
Sebelumnya, Gatut Sunu Wibowo merupakan kader tulen PDI Perjuangan (PDIP).
Namun, kedudukannya di partai berlambang banteng moncong putih tersebut dipastikan telah berakhir.
Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPD PDIP Jawa Timur, Budi Sulistyono alias Kanang, menegaskan bahwa status keanggotaan Gatut telah gugur secara otomatis.
"Sesuai aturan internal, ketika seorang anggota PDIP mencalonkan diri sebagai eksekutif atau legislatif melalui partai lain, keanggotaannya otomatis gugur tanpa perlu proses pemecatan," jelas Kanang, Sabtu (11/4/2026).
Hal ini dipicu oleh keputusan Gatut yang maju dalam Pilkada Tulungagung 2024 melalui koalisi di luar PDIP.
Gerindra: Baru Mendaftar, Belum Resmi Kader
Setelah lepas dari PDIP, Gatut Sunu diketahui merapat ke Partai Gerindra.
Namun, statusnya di partai pimpinan Prabowo Subianto ini ternyata belum sah sepenuhnya.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa Gatut memang baru mendaftar sebagai kader setelah dirinya terpilih dan menjabat sebagai Bupati Tulungagung.
"Baru setelah jadi bupati, belum lama ini, dia mendaftar menjadi kader Gerindra," ujar Dasco.
Baca Juga: Apa Kasus Bupati Tulungagung? Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK Bersama Sang Adik Kandung
Ia juga meluruskan bahwa kader asli Gerindra di pimpinan daerah Tulungagung adalah sang Wakil Bupati, Ahmad Baharuddin.
Hal senada ditegaskan oleh Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) DPD Gerindra Jawa Timur, Hidayat.
Menurutnya, meski proses administrasi sedang berjalan, belum ada surat keputusan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait status Gatut.
"Masih belum resmi," tegas Hidayat.
Diusung Koalisi Banyak Parpol
Ketidakjelasan status kader Gatut Sunu saat ini berbanding terbalik dengan besarnya dukungan yang ia terima pada Pilkada 2024.
Saat itu, ia maju sebagai calon Bupati dengan dukungan koalisi gemuk yang terdiri dari Gerindra, Golkar, dan PKS.
Meskipun diusung oleh koalisi tersebut, keterikatan Gatut dengan partai-partai pengusungnya tampaknya hanya sebatas dukungan politik elektoral.
Kini, saat dirinya terseret kasus dugaan pemerasan oleh KPK, partai-partai tersebut cenderung memberikan jarak terkait status keanggotaan resminya.
Terjerat OTT KPP atas Dugaan Pemerasan
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, diringkus tim penindakan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (10/4/2026) malam.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan total 13 orang, termasuk adik kandung Bupati yang merupakan anggota DPRD, Jatmiko Dwijo Saputro.
Penyidik turut menyita barang bukti uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga terkait dengan tindak pidana pemerasan.
Editor : Syahaamah Fikria