Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menerima gelar kehormatan sebagai "Satriyo Pelestari Budaya Ringgit Purwo" dari Paguyuban Dalang Karanganyar. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar Ki Sulardiyanto Pringgo Carito. (ISTIMEWA)RADARSOLO.COM – Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto secara resmi menerima gelar kehormatan sebagai "Satriyo Pelestari Budaya Ringgit Purwo" dari Paguyuban Dalang Karanganyar.
Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensi politisi PDI Perjuangan tersebut dalam menjaga serta melestarikan kesenian tradisional wayang kulit di tengah gempuran era digital.
Apresiasi Atas Konsistensi Pagelaran Selapanan
Gelar kehormatan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar Ki Sulardiyanto Pringgo Carito, dalam sebuah pagelaran wayang kulit yang digelar di kediaman Sumanto, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar.
Baca Juga: Dana Transfer Pusat Turun Rp 1,5 Triliun, Sumanto Minta Pemprov Mandiri dan Kreatif Gali Potensi PAD
Ki Sulardiyanto menilai bahwa mantan Ketua DPRD Karanganyar tersebut bukan sekadar tokoh pejabat yang gemar menonton, melainkan sosok pengayom yang secara nyata menghidupkan ekosistem seni melalui pentas rutin setiap 35 hari sekali atau selapanan.
“Beliau ini bukan sekadar pejabat yang menonton, tapi sosok Satriyo yang mengayomi. Pak Manto ini konsisten mengadakan pagelaran wayang kulit setiap selapan. Ini menjadi bukti nyata bahwa beliau memegang teguh jatidiri bangsa,” ujar Ki Sulardiyanto.
Pagelaran tersebut menghadirkan duet dalang Ki Aang Wiyatmoko dan Ki Isna Indra Prasetyo dengan mengangkat lakon Sadewa Kridha Brata.
Cerita ini membawa pesan mendalam mengenai keteguhan hati, kejujuran, dan pengorbanan suci sosok Sadewa dalam membebaskan Dewi Durga dari kutukan hutan angker.
Filosofi dalam lakon ini sejalan dengan antusiasme masyarakat sekitar yang selalu memadati kediaman Sumanto untuk menyaksikan pertunjukan semalam suntuk.
Wadah Regenerasi dan Eksistensi Dalang
Ketua DPRD Jateng Sumanto menyambut hangat pemberian gelar tersebut dan menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi tambahan semangat bagi dirinya untuk terus mengawal kelestarian budaya Jawa.
Baca Juga: DPRD Jateng Resmi Bentuk Pansus LKPJ 2025, Sumanto: Siap Beri Catatan Evaluasi untuk Pemprov
Baginya, wayang kulit adalah media yang sempurna karena mengandung unsur tontonan sekaligus tuntunan yang merepresentasikan berbagai karakter manusia dalam kehidupan nyata.
Sumanto memiliki misi khusus melalui pentas rutin ini, yakni untuk memberikan ruang bagi para dalang lokal agar terus mengasah kemampuan dan meningkatkan jam terbang mereka di atas panggung.
Dengan demikian, kualitas seni mendalang di wilayah Karanganyar dan sekitarnya tetap terjaga dan kompetitif.
Pentas wayang kulit yang rutin digelar Ketua DPRD Jateng Sumanto mendapat apresiasi tinggi. Menjadi wadah para dalang untuk berkarya. (ISTIMEWA)"Kegiatan ini akan kami adakan terus, biar para dalang yang belum begitu laku ditanggap jadi laku semua. Kan harus terus latihan agar kemampuan mendalang meningkat," tegas Sumanto.
Sebagai penjaga moral bangsa melalui jalur seni, Sumanto berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan warisan budaya ini terhimpit oleh arus digitalisasi.
Melalui dukungan berkelanjutan, ia berharap para seniman tradisional tetap memiliki eksistensi yang kuat dan mampu terus berkontribusi dalam membangun karakter bangsa melalui pesan-pesan luhur pewayangan. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono