Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Asfiksia Terjadi Karena Apa? Penyebab Yai Mim Mendadak Meninggal saat Akan Jalani Pemeriksaan di Polresta Malang Kota

Syahaamah Fikria • Senin, 13 April 2026 | 21:16 WIB
Profil dan kronologi lengkap Yai Mim, eks dosen UIN Malang yang viral usai berseteru dengan tetangganya, Nurul Sahara pemilik rental mobil
Muhammad Imam Muslimin alias Yai Mim meninggal dunia karena asfiksia.

RADARSOLO.COM – Penyebab meninggalnya Muhammad Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim di Mapolresta Malang Kota akhirnya terjawab. 

Berdasarkan hasil visum et repertum yang dilakukan tim Kedokteran Forensik Rumah Sakit dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang pada Senin (13/4/2026), eks dosen UIN Malang tersebut dinyatakan meninggal dunia dengan tanda-tanda klinis yang mengarah pada asfiksia.

Kematian mendadak ini memicu pertanyaan. Apa sebenarnya asfiksia itu dan mengapa kondisi tersebut bisa berakibat fatal secara instan?

Baca Juga: Penyebab Kematian Yai Mim di Tahanan Akhirnya Terungkap, Dokter Beberkan Hasil Visum Eks Dosen

Apa Itu Asfiksia?

Dilansir dari aladokter, secara medis, asfiksia adalah kondisi darurat ketika tubuh mengalami kekurangan pasokan oksigen yang sangat ekstrem. 

Tanpa oksigen yang cukup, sel-sel tubuh—terutama otak—akan mengalami kerusakan permanen dalam hitungan menit, yang berujung pada hilangnya kesadaran hingga kematian.

Proses pernapasan manusia melibatkan penyaluran oksigen dari udara menuju paru-paru, lalu masuk ke pembuluh darah untuk disebarkan ke seluruh organ. 

Baca Juga: Kronologi Konflik Panas Yai Mim vs Nurul Sahara yang Viral Jadi Isu Nasional: Dari Sengketa Parkir hingga Berakhir Tragis di Tahanan Malang

Asfiksia terjadi apabila terdapat gangguan fatal pada salah satu atau lebih tahap penyaluran oksigen tersebut.

Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Asfiksia

Kondisi asfiksia yang dialami seseorang bisa dipicu oleh berbagai faktor, baik faktor eksternal maupun kondisi medis internal:

1. Masalah Kesehatan Kronis

Asma dan Alergi Berat (Anafilaksis): Peradangan atau pembengkakan hebat pada saluran pernapasan dapat menyumbat aliran udara secara total.

Kejang Berkepanjangan: Selama kejang, otot-otot pernapasan bisa kaku dan napas terhenti sementara, mengurangi asupan oksigen ke paru-paru.

Penyakit Jantung dan Paru: Gangguan pada dua organ utama penyalur oksigen ini dapat menyebabkan kegagalan sistemik yang memicu asfiksia.

2. Faktor Fisik dan Posisi Tubuh

Tersedak atau Tercekik: Adanya benda asing atau tekanan kuat pada leher yang menghambat jalan napas.

Baca Juga: Motor Listrik MBG Emmo JVX GT Mirip Kollter ES1-X Pro Asal China, Di Mana Letak Lokal TKDN 48,5 Persennya?

Himpitan Dada (Traumatic Asphyxia): Tekanan berat pada bagian dada, misalnya dalam kerumunan padat, yang membuat paru-paru tidak memiliki ruang untuk mengembang.

Posisi Tubuh yang Salah: Pada kondisi tertentu, posisi tubuh yang menekan saluran napas dalam waktu lama dapat memicu asfiksia, terutama pada individu yang sulit mengubah posisi secara mandiri.

3. Faktor Kimia dan Zat Eksternal

Paparan Gas Beracun: Menghirup karbon monoksida atau sianida yang menggantikan posisi oksigen dalam darah.

Overdosis Obat: Penggunaan obat golongan opioid secara berlebihan dapat menekan kerja otak dalam mengendalikan refleks pernapasan, menyebabkan napas melambat hingga berhenti.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Sebelum seseorang kehilangan kesadaran akibat asfiksia, biasanya muncul beberapa tanda klinis, antara lain:

- Sesak napas hebat (dyspnea) atau napas sangat cepat.

- Suara serak atau kesulitan berbicara dan menelan.

- Wajah, bibir, atau kuku mulai membiru atau abu-abu (sianosis).

- Pusing hebat, sakit kepala, hingga penurunan kesadaran (pingsan).

Baca Juga: Benarkah Motor Listrik MBG Emmo Identik dengan Motor Listrik di Alibaba Rp10 Juta? Sosok Ini Sentil Dugaan Markup Fantastis

Kasus Yai Mim: Kondisi Mendadak saat Pemeriksaan

Dalam kasus Yai Mim, pihak kepolisian menyebutkan bahwa tersangka sempat terlihat lemas dan terjatuh saat akan dipindahkan menuju ruang pemeriksaan. 

Meskipun hasil pemeriksaan kesehatan rutin di pagi hari pukul 08.59 WIB menunjukkan tekanan darah normal 110/80, kondisi asfiksia bisa menyerang secara mendadak jika dipicu oleh serangan medis tertentu atau syok.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rahmad Aji Prabowo menegaskan bahwa hasil visum menunjukkan tanda-tanda menonjol ke arah asfiksia. 

"Dokter menyimpulkan tanda-tanda menonjol ke arah asfiksia," ujarnya.

Langkah Pertolongan Pertama

Asfiksia adalah kondisi kritis. Jika menemui seseorang dengan gejala tersebut, segera hubungi bantuan medis. 

Lakukan tindakan penyelamatan dasar seperti CPR (pijat jantung) jika korban tidak bernapas, atau Heimlich maneuver jika korban tersedak, sambil menunggu petugas medis tiba. 

Jangan memberikan minuman kepada orang yang sedang sesak napas atau tidak sadar karena berisiko memperparah sumbatan jalan napas. 

Editor : Syahaamah Fikria
#asfiksia #visum #Yai Mim #meninggal