RADARSOLO.COM - Kasus FH UI kembali menjadi sorotan publik setelah viral dugaan pelecehan seksual yang melibatkan sejumlah mahasiswa.
Sebanyak 16 orang diduga terlibat dalam percakapan di sebuah grup chat yang berisi konten tidak pantas.
Kasus pelecehan UI ini mencuat usai unggahan akun X @sampahfhui pada Minggu, 12 April 2026.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan adanya grup chat mahasiswa yang diduga kerap membahas perempuan dengan cara merendahkan.
"Anak FH UI bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari???" tulis akun tersebut, yang langsung memicu reaksi luas dari warganet.
Unggahan itu dengan cepat menjadi viral dan memancing kecaman publik.
Banyak pihak menilai bahwa dugaan pelecehan FH UI ini mencerminkan masalah serius dalam lingkungan akademik.
Menanggapi hal tersebut, pihak Fakultas Hukum Universitas Indonesia memberikan pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka.
Dalam keterangannya, fakultas menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk pelecehan.
“Fakultas mengecam keras segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai hukum dan etika akademik,” tulis pihak fakultas.
Isi Grup Chat FH UI Apa?
Lalu, apa isi grup chat mahasiswa FH UI yang menjadi pusat perhatian dalam kasus pelecehan seksual FH UI ini?
Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, isi grup chat FH UI tersebut didominasi percakapan yang mengarah pada objektifikasi tubuh perempuan.
Sejumlah anggota diduga melontarkan komentar bernada seksual dan tidak pantas.
Tidak hanya itu, percakapan dalam grup juga disebut menjadikan foto perempuan dari media sosial sebagai bahan candaan. Hal ini memperkuat dugaan adanya praktik pelecehan yang dilakukan secara berulang.
Isi grup chat mahasiswa ini dinilai tidak sekadar candaan, melainkan sudah masuk kategori pelecehan seksual yang serius.
Yang membuat kasus FH UI ini semakin disorot, beberapa anggota grup diduga memiliki posisi penting di lingkungan kampus.
Mulai dari pengurus organisasi mahasiswa, ketua angkatan, hingga pihak yang terlibat dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru.
Sejumlah inisial seperti VH, IK, DY, RM, hingga SP disebut muncul dalam tangkapan layar.
Namun, identitas tersebut masih belum dapat dipastikan dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut.
Kasus pelecehan UI ini juga memunculkan kekhawatiran adanya normalisasi perilaku tidak pantas di kalangan mahasiswa.
Publik pun mendesak agar pihak kampus melakukan investigasi menyeluruh dan transparan.
Hingga kini, kasus FH UI kenapa bisa terjadi masih menjadi pertanyaan besar. Banyak pihak berharap ada langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.(np)
Editor : Nur Pramudito