Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

10 Perusahaan di Jawa Dikabarkan Siap-siap PHK Massal, Sektor Apa Saja? Ini Bocoran Serikat Pekerja 

Syahaamah Fikria • Selasa, 14 April 2026 | 18:07 WIB
Ilustrasi buruh tolak PHK. (ANTARA)
Ilustrasi buruh tolak PHK. (ANTARA)

 

RADARSOLO.COM – Awan mendung kembali membayangi sektor industri nasional dengan munculnya kabar rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal membocorkan laporan terbaru mengenai adanya 10 perusahaan besar yang mulai memberikan sinyal bakal melakukan PHK massal dalam waktu dekat.

Meski kebijakan pengurangan karyawan tersebut belum dieksekusi, pihak manajemen di perusahaan-perusahaan tersebut dilaporkan sudah mulai membuka dialog dengan para pekerja. 

Hal ini menyusul ketidakpastian kondisi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mulai memukul stabilitas operasional pabrik.

Baca Juga: Benarkah Akan Terjadi PHK Besar-besaran Dalam Waktu Dekat? Serikat Pekerja Sebut Dua Pemicu Utama 

Proyeksi PHK dalam 3 Bulan ke Depan

Said Iqbal menjelaskan, komunikasi awal antara manajemen dan pekerja ini merupakan langkah antisipasi. 

Jika ketegangan geopolitik terus berlanjut, efisiensi tenaga kerja dianggap menjadi opsi yang sulit dihindari sebagai langkah penyelamatan perusahaan.

"Laporan dari anggota kami di tingkat pabrik menyebutkan bahwa mereka sudah mulai diajak berdiskusi. Belum ada PHK resmi, namun sudah ada pembicaraan bahwa jika perang tetap berlanjut, potensi pengurangan karyawan akan muncul dalam tiga bulan ke depan," ujar Said Iqbal.

 

Lokasi dan Jumlah Tenaga Kerja yang Terdampak

Berdasarkan data KSPI, ancaman PHK ini tidak hanya berpusat di satu titik, melainkan tersebar di beberapa zona industri utama di Pulau Jawa. 

Secara kumulatif, 10 perusahaan yang sedang dalam sorotan ini mempekerjakan sekitar 9.000 orang.

Berikut adalah persebaran lokasi pabrik yang teridentifikasi:

Baca Juga: BPBD Wonogiri Petakan 7 Kecamatan Rawan Kekeringan, 16.883 Jiwa Berpotensi Terdampak

Jawa Barat: Menjadi wilayah dengan konsentrasi potensi PHK terbesar.

Jawa Timur: Sejumlah pabrik besar mulai mengkaji ulang biaya tenaga kerja.

Banten dan Jawa Tengah: Sebagian kecil industri juga mulai merasakan dampak serupa.

Sektor Industri Apa Saja yang Paling Rawan?

Said Iqbal merinci tiga sektor utama yang diprediksi paling terdampak oleh guncangan ekonomi kali ini:

1. Industri Padat Karya (Tekstil dan Garmen)

Sektor ini sangat rentan karena ketergantungan yang tinggi pada bahan baku impor seperti kapas dari Amerika Serikat, Brasil, dan Australia. 

Gangguan rantai pasok dan meroketnya harga bahan baku akibat konflik global membuat biaya produksi membengkak.

2. Industri Otomotif dan Elektronik

Kenaikan harga BBM industri yang tidak mendapatkan subsidi menjadi beban berat bagi operasional pabrik. 

Langkah efisiensi kemungkinan besar akan menyasar karyawan kontrak guna menekan labor cost.

Baca Juga: Omzet Minyak Goreng Curah Di Pasar Legi Solo Ambles 30 Persen, Konsumen Pilih Migor Kemasan

3. Industri Berbasis Petrokimia (Plastik)

Banyak barang elektronik yang menggunakan komponen molding dari plastik. 

Karena bahan baku plastik berbasis impor dan dibayar menggunakan dolar AS, pelemahan nilai tukar dan kenaikan harga komoditas global memaksa perusahaan melakukan efisiensi ketat.

"Rata-rata industri yang menggunakan bahan baku plastik kemungkinan besar akan menekan biaya buruh. Potensi efisiensi dalam bentuk pengurangan karyawan itu pasti ada," tutup Said Iqbal.

KSPI terus melakukan pemantauan ketat di lapangan guna memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi jika skenario terburuk terjadi. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#KSP #perusahaan #phk #pekerja #phk massal