Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral! Rombongan Berhenti Foto-foto di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik, Ini Klarifikasi Kapolres Solok Kota

Nur Pramudito • Rabu, 15 April 2026 | 10:31 WIB
Viral! Rombongan Berhenti Foto-foto di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik, Ini Klarifikasi Kapolres Solok Kota (Facebook/Sepriadi FE)
Viral! Rombongan Berhenti Foto-foto di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik, Ini Klarifikasi Kapolres Solok Kota (Facebook/Sepriadi FE)

RADARSOLO.COM - Peristiwa viral yang memperlihatkan rombongan berhenti dan foto-foto di jalur ekstrem Sitinjau Lauik memicu reaksi keras dari masyarakat.

Lokasi yang dikenal berbahaya itu menjadi sorotan karena aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi bagi pengguna jalan lain.

Menanggapi polemik yang berkembang, Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Aula Polres Solok Kota pada Selasa (14/4/2026).

Dalam keterangannya, Mas’ud mengakui adanya kekeliruan dalam pelaksanaan pengawalan, khususnya terkait koordinasi di lapangan saat rombongan berhenti di kawasan tersebut.

Baca Juga: Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polisi Kasus Apa? Ini Duduk Perkara Ceramah Mati Syahid yang Viral di Media Sosial

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan tidak terulang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak dari kejadian viral rombongan di Sitinjau Lauik yang menimbulkan persepsi negatif, apalagi lokasi tersebut merupakan jalur ekstrem dengan tikungan tajam yang rawan kecelakaan.

Menurutnya, pengawalan yang dilakukan terhadap rombongan tersebut merupakan permintaan resmi dari PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri).

Pengajuan dilakukan satu hari sebelum kegiatan, yang bertujuan untuk kunjungan kerja dan pengecekan aset di wilayah Kabupaten Solok.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengawalan tersebut bukan termasuk kategori VIP maupun VVIP, melainkan hanya pengawalan terbatas.

“Ini adalah limited escort atau pengawalan terbatas, bukan pengamanan VIP/VVIP dengan prosedur khusus,” jelasnya.

Meski begitu, pihak kepolisian tetap melakukan langkah evaluasi menyeluruh. Sejumlah personel yang terlibat dalam pengawalan saat rombongan berhenti dan foto-foto di Sitinjau Lauik kini tengah diperiksa.

Mas’ud menegaskan, jika ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP), maka tindakan tegas akan diberikan sesuai aturan yang berlaku.

“Jika ada pelanggaran, tentu akan kami tindak. Proses pemeriksaan masih berjalan,” tegasnya.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan rombongan berhenti di jalur ekstrem Sitinjau Lauik untuk foto-foto tersebar luas di media sosial.

Dalam rekaman itu, terlihat kendaraan berhenti di badan jalan sempit, sementara beberapa orang turun dan melakukan aktivitas di lokasi.

Aksi tersebut menuai kritik karena dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan keselamatan di jalur yang dikenal ekstrem.

Menindaklanjuti hal ini, Propam Polda Sumatera Barat turut melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang bertugas.

Kasat PJR Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori, menyatakan bahwa proses pengumpulan keterangan masih berlangsung.

Ia menegaskan, pengawalan seharusnya tetap mengutamakan keselamatan dan kelancaran lalu lintas, terutama di kawasan rawan seperti Sitinjau Lauik.

Ke depan, evaluasi akan difokuskan agar insiden viral rombongan berhenti di jalur ekstrem Sitinjau Lauik tidak kembali terjadi dan standar pengawalan dapat dijalankan lebih disiplin.(np)

Editor : Nur Pramudito
#tanjakan sitinjau lauik #sitinjau lauik sumbar #Sitinjau Lauik #Polres Solok Kota #Arteria Dahlan