RADARSOLO.COM – Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersiap menjadi pusat peternakan sapi perah terbesar di Indonesia. Sebuah proyek peternakan terpadu (mega farm) berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor sapi akan segera dibangun, sekaligus diproyeksikan menjadi motor baru bagi kemandirian pangan nasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyampaikan rencana ambisius tersebut saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis (16/4/2026).
“Jika ini terbangun, Brebes akan memiliki peternakan sapi perah terbesar di Indonesia. Kontribusinya sangat signifikan untuk menekan ketergantungan impor susu yang saat ini masih mencapai 80 persen dari kebutuhan nasional,” ujar Agung.
Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai 1 juta ton per tahun, berbanding jauh dengan kebutuhan nasional yang menyentuh 4,7 juta ton. Mega farm yang dikembangkan oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) ini ditargetkan mampu memproduksi 180 ribu ton susu per tahun.
Kehadiran proyek ini diprediksi akan mendongkrak posisi Jawa Tengah di kancah nasional. “Jawa Tengah berpotensi naik ke peringkat kedua produsen susu nasional, menyamai atau bahkan melampaui capaian Jawa Timur dan Jawa Barat,” tambahnya.
Pemerintah pusat pun telah menyiapkan dukungan penuh, mulai dari penyediaan bibit sapi unggul asal Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Brasil, serta penguatan sistem kesehatan hewan untuk mencegah wabah PMK dan LSD.
Perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa proyek di atas lahan seluas 710 hektare ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir menggunakan teknologi modern berkelanjutan.
“Kami mengusung konsep close loop system. Limbah ternak akan diolah menjadi biogas, residunya menjadi pupuk untuk lahan pakan, dan air dikelola dengan sistem daur ulang. Ini bukan sekadar industri, tapi ekosistem hijau,” jelas Ihsan.
Baca Juga: Cara Mencairkan Dana PIP 2026, Bantuan Sudah Masuk Rekening SimPel Siswa Per April
Selain kandang, kawasan ini akan dilengkapi fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kebun jagung. Proyek ini juga akan memberdayakan sekitar 5.000 petani penyedia pakan di lahan seluas 2.000 hektare serta menggandeng 8.000 peternak lokal.
Tahap cut and fill atau penyiapan lahan dijadwalkan mulai pada Juni 2026. PT GDB menargetkan pembangunan rampung dan mulai beroperasi pada akhir 2027, dengan agenda pemerahan perdana (first milking) pada Desember 2027.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyambut antusias investasi berskala nasional ini. “Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah,” tuturnya.
Setali tiga uang, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan dukungannya terhadap proyek strategis ini. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai destinasi investasi utama karena stabilitas keamanan dan kemudahan perizinan yang ditawarkan.
“RPJMD Jateng 2026 fokus pada swasembada pangan. Investasi di sektor peternakan ini sangat selaras dengan visi kami. Kami akan kawal dan dukung penuh pendiriannya demi ketahanan pangan nasional,” tegas Gubernur. (*)
Editor : Kabun Triyatno