Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Nasib Terkini 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Viral Acungkan Jari Tengah ke Bu Guru, Benarkah Telah Dimaafkan?

Syahaamah Fikria • Senin, 20 April 2026 | 19:28 WIB
Tangkapan layar video siswa SMA di Purwakarta acungkan jari tengah ke guru.
Tangkapan layar video siswa SMA di Purwakarta acungkan jari tengah ke guru.

RADARSOLO.COM – Polemik tindakan bullying sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta terhadap gurunya akhirnya menemui titik terang. 

Meski aksi mengacungkan jari tengah tersebut memicu kecaman luas di media sosial, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Jawa Barat memutuskan untuk tidak mengeluarkan para siswa tersebut.

Keputusan ini diambil setelah melalui proses mediasi yang mendalam antara pihak sekolah, orang tua siswa, dan guru yang bersangkutan. 

Alih-alih sanksi pemecatan, para siswa kini diwajibkan menjalani pembinaan intensif yang berfokus pada perbaikan karakter dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga: Siapa Fadly Alberto? Pemain Bhayangkara FC U-20 Viral Usai Tendangan Kungfu ke Dewa United U-20, Pernah Jadi Wonderkid Piala Dunia U17 2025

Kebesaran Hati Bu Guru Atun

Atun Syamsiah, guru yang menjadi sasaran aksi perundungan tersebut, menunjukkan sikap mulia dengan memberikan maaf secara terbuka kepada para siswanya. 

Baginya, pendidik memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing siswa, sekalipun mereka melakukan kesalahan fatal.

"Saya sudah memaafkan. Seseorang yang melakukan kesalahan tidak berarti akan selamanya salah. Begitu juga anak yang nakal, tidak selamanya akan begitu," ujar Atun sebagaimana dikutip dari laman resmi Disdik Jabar, Senin (20/4/2026). 

Baca Juga: Bhayangkara FC U-20 Akui Ada Aksi Rasisme dan Provokasi, yang Buat Pemainnya Emosi Sampai Muncul Kasus Tendangan Kungfu: Tegaskan Tak Tolerir Kekerasan

"Tugas kami sebagai pendidik adalah membina dan membawa mereka menjadi pribadi yang lebih baik," imbuh dia. 

 

Sanksi Sosial 3 Bulan Bersihkan Toilet

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa sanksi yang diberikan kepada sembilan siswa kelas 9 IPS tersebut bersifat edukatif. 

Mereka dipastikan tetap berada dalam ekosistem pendidikan agar hak belajarnya tidak terputus.

Adapun rincian sanksi pembinaan yang mulai berjalan sejak Senin (20/4/2026) meliputi:

Kerja Bakti Sosial: Selama tiga bulan ke depan, para siswa wajib membersihkan lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas hingga fasilitas toilet.

Baca Juga: Daftar Tarif Listrik PLN Terbaru Per 20 April 2026 Semua Golongan, Beli Token Rp50.000 Dapat Berapa kWh?

Pendampingan Intensif: Selama masa sanksi, mereka akan diawasi secara ketat oleh guru bimbingan konseling dan psikolog untuk memantau perkembangan mental dan perilaku.

Keterlibatan Orang Tua: Orang tua diwajibkan hadir ke sekolah setiap pekan untuk melaporkan perkembangan perilaku anak mereka di lingkungan rumah.

"Ini adalah refleksi bersama. Anak-anak saat ini tumbuh di ruang digital yang liar. Sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi dalam mendidik," tegas Purwanto.

Arahan Gubernur dan Langkah Sekolah

Kepala SMAN 1 Purwakarta, Sidik Tamsil, menjelaskan bahwa sanksi ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Langkah ini diambil sebagai alternatif dari hukuman skorsing murni yang dinilai kurang efektif dalam membentuk karakter.

"Sabtu lalu kami sudah kumpulkan orang tua. Sesuai arahan Disdik dan Gubernur, disepakati pembinaan tiga bulan. Mereka tetap boleh sekolah dan mendapatkan hak pelajar, namun dengan kewajiban tambahan berupa sanksi sosial tersebut," kata Sidik. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#sman 1 purwakarta #viral #bullying #siswa #sanksi