RADARSOLO.COM - Ekosistem pesisir Indonesia yang terus mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan kini mendapatkan napas baru melalui aksi nyata kepedulian lingkungan.
Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada Rabu (22/4/2026), BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli kembali memperkuat komitmennya dengan menggelar aksi tanam pohon.
Baca Juga: BRI Hidupkan Semangat Kartini Lewat "Srikandi Pertiwi", Dorong Perempuan Berdaya dan Berdampak
Bertajuk "BRI Menanam - Grow & Green", kegiatan ini difokuskan pada pemulihan kawasan pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap ancaman abrasi.
Upaya Restorasi dan Penyerapan Karbon
Dalam aksi lingkungan kali ini, BRI berkolaborasi dengan Kelompok Tani Sumber Hutan (KTH) Sumber Makmur untuk menanam 500 pohon mangrove di atas lahan seluas 500 meter persegi.
Langkah ini diambil karena peran strategis mangrove sebagai pelindung alami garis pantai, penyerap karbon yang efektif, serta habitat bagi berbagai biota laut.
Sejak diluncurkan pada 2023, inisiatif "Grow & Green" telah berhasil menanam total 75.000 pohon mangrove di berbagai titik dengan estimasi potensi serapan karbon mencapai 29,56 ton per tahun.
Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan, momentum Hari Bumi menjadi pengingat bagi semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian pesisir.
“Momentum Hari Bumi menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pelestarian lingkungan pesisir," ungkap Dhanny.
"Harapannya dapat memberikan dampak jangka panjang, meningkatkan kualitas lingkungan dan menambah jumlah serapan dan cadangan karbon,” lanjut dia.
Baca Juga: Perkuat Inklusivitas, Tiga Direktur Perempuan BRI Borong Penghargaan Infobank 2026 di Surakarta
Menurut Dhanny, program ini dikelola secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan bibit hingga pemantauan perkembangan pohon secara berkala.
Pemberdayaan Masyarakat dan Ekosistem Pesisir
Selain fokus pada penghijauan, BRI juga melibatkan masyarakat lokal dalam setiap tahapannya guna menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara kelestarian alam dan kesejahteraan warga.
“Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat, harapannya, program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan dengan tujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian,” imbuh Dhanny.
Kegiatan di Muara Gembong tidak hanya terbatas pada penanaman pohon, namun juga mencakup pelepasan bibit ikan dan kepiting untuk menjaga rantai makanan serta mendukung sumber daya perikanan nelayan setempat.
Sebelumnya, BRI Peduli juga telah menyalurkan berbagai bantuan infrastruktur bagi kelompok nelayan, mulai dari pembangunan jembatan, ruang serbaguna, musala, hingga sarana pendukung UMKM seperti tenant kuliner dan perahu eduwisata.
Harapan Kelompok Tani Lokal
Ancaman abrasi dan intrusi air laut yang semakin meluas di wilayah Bekasi sempat menimbulkan kecemasan bagi warga pesisir.
Oleh karena itu, kehadiran bantuan dari pihak perbankan disambut baik sebagai bentuk proteksi jangka panjang.
Pengurus KTH Sumber Makmur Endang berharap sinergi ini tidak berhenti pada seremoni penanaman saja, melainkan terus meluas manfaatnya bagi warga sekitar.
“Semoga sinergi dan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan di Ekowisata Mangrove Muara Gembong. Semoga di masa mendatang, program ini dapat menjangkau lebih banyak warga dan memberikan dampak positif yang semakin luas bagi kesejahteraan serta kemandirian ekonomi masyarakat kami,” tutur Endang.
Secara keseluruhan, kontribusi BRI dalam pemulihan ekosistem melalui program Grow & Green telah mencatatkan angka yang impresif, yakni:
- 153.100 bibit pohon tertanam
- 5.448 fragmen karang
- 3.000 tegakan lamun yang direstorasi dengan melibatkan 31 kelompok masyarakat di seluruh Indonesia.
Komitmen ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kelestarian bumi dapat berjalan beriringan. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono