RADARSOLO.COM - Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Siapa Praka Rico Pramudia?
Ia adalah sosok prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur di Lebanon setelah menjalani perawatan intensif akibat luka berat saat bertugas.
Praka Rico Pramudia mengembuskan napas terakhir pada Jumat (24/4/2026) di sebuah rumah sakit di Beirut
Ia sempat menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Siapa Praka Rico Pramudia? Kronologi Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Sosok dan Profil Praka Rico Pramudia
Jika menilik lebih jauh, profil Praka Rico Pramudia menunjukkan dedikasi tinggi sebagai seorang prajurit TNI.
Ia berpangkat Prajurit Kepala (Praka) dan tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) yang bertugas di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Di usia 31 tahun, Rico menjalankan tugas negara dalam menjaga perdamaian dunia di wilayah Lebanon Selatan, kawasan yang dikenal rawan konflik.
Dalam kehidupan pribadi, sosok Praka Rico dikenal sebagai pribadi religius dan keluarga.
Ia menikah dengan Yulia Putri pada 27 November 2019 dan telah dikaruniai seorang anak yang masih balita.
Sang istri aktif dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) di lingkungan Yonif 114 Aceh.
Tak hanya itu, Rico juga kerap membagikan pesan-pesan keagamaan melalui media sosial, mencerminkan karakter yang menginspirasi di luar tugas militernya.
Kronologi Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Peristiwa yang menyebabkan prajurit TNI gugur di Lebanon ini bermula dari serangan proyektil yang menghantam pos UNIFIL di wilayah Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.
Dalam insiden tersebut, beberapa anggota TNI menjadi korban, namun Praka Rico Pramudia mengalami luka paling serius.
Ia segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif.
Selama hampir satu bulan, tim medis berupaya menyelamatkan nyawanya. Namun, kondisi Rico tidak kunjung membaik hingga akhirnya ia dinyatakan gugur.
Gugur dalam Misi Perdamaian Dunia
Sebagai bagian dari Kontingen Garuda, tugas yang dijalankan Rico bukanlah tugas biasa.
Ia menjadi bagian dari misi perdamaian dunia yang diemban Indonesia di bawah bendera PBB.
Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa kepergian Praka Rico menjadi kehilangan besar.
Pengorbanannya mencerminkan dedikasi seorang prajurit TNI dalam menjaga stabilitas global.
“Gugurnya Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi duka yang mendalam. Almarhum wafat setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialami dalam penugasan,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari ANTARA.
Kisah sosok Praka Rico Pramudia menjadi pengingat tentang risiko besar yang dihadapi prajurit dalam menjalankan tugas negara, bahkan hingga ke luar negeri.(np)
Editor : Nur Pramudito