Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kronologi Lengkap Tabrakan Kereta Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur: Gerbong Belakang Hancur

Syahaamah Fikria • Senin, 27 April 2026 | 22:37 WIB
CommuterLine (KRL) sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur saat kemudian kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak KRL. (ANTARA)
CommuterLine (KRL) sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur saat kemudian kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak KRL. (ANTARA)

RADARSOLO.COM – Tabrakan hebat yang melibatkan kereta api jarak jauh dan Kereta Commuter Line (KRL) terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin malam (27/4/2026). 

Insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL jurusan Kampung Bandan–Cikarang tersebut mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan gangguan operasional lintas timur Jakarta.

Peristiwa ini terjadi tepat di KM 28+920 sekitar pukul 20.52 WIB. 

Tabrakan ini memicu kepanikan luar biasa di area stasiun lantaran benturan keras yang menyebabkan kerusakan signifikan pada rangkaian kereta Commuter Line.

Baca Juga: Dudung Abdurachman Apakah Kader Partai? Jejak Jenderal yang Viral Beredel Baliho FPI, Kini Jadi Kepala Staf Kepresidenan Prabowo

Kronologi Kejadian: Dua Kereta di Jalur yang Sama

Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan bermula saat KRL Commuter Line dengan nomor perjalanan PLB 5568A (relasi Kampung Bandan–Cikarang) sedang berhenti sempurna di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur untuk menaik-turunkan penumpang.

Munir, salah satu penumpang KRL menuturkan bahwa insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 20.53 WIB.

Tepatnya sesaat setelah rangkaian Commuter Line yang ia tumpangi terhenti di Jalur 1 dalam perjalanan menuju Cikarang.

​Menurutnya, pemberhentian mendadak KRL tersebut disebabkan oleh adanya kecelakaan di jalur arah berlawanan.

 

Di mana sebuah mobil taksi dilaporkan tertemper oleh rangkaian kereta lain dari jalur berlawanan. 

Saat sedang menunggu di posisi statis itulah, tragedi kecelakaan terjadi dari arah belakang.

​"Posisi kami sedang diam karena ada mobil taksi yang tertabrak kereta dari arah sebaliknya. Tanpa diduga, KA Argo Bromo Anggrek melaju kencang dari arah Jakarta dan langsung menghantam ekor Commuter Line kami," ungkap Munir, dilansir dari Antara

​Dahsyatnya benturan tersebut membuat bagian depan lokomotif kereta jarak jauh itu merangsek masuk dan menghancurkan kompartemen terakhir KRL. 

Munir yang saat itu duduk di gerbong keempat dari belakang merasakan guncangan yang sangat hebat.

Baca Juga: Gempur Knalpot Brong di Underpass Simpang Joglo, Tim Sparta Amankan Sejumlah Motor Tak Standar

​"Tabrakannya sangat keras hingga mesin lokomotif itu seperti menembus masuk ke dalam gerbong paling belakang," ujar dia. 

Dia menambahkan, banyak penumpang di gerbong belakang yang tidak sempat menyelamatkan diri dan terjepit di antara reruntuhan material kereta.

Penumpang lainnya, Heri mengatakan, kondisi bagian belakang Commuter Line hancur akibat tabrakan.

"Petugas langsung bergerak cepat mengevakuasi kami semua untuk naik ke area peron yang aman," ujar Heri.

 

Evakuasi Korban dan Penonaktifan Aliran Listrik

Hingga pukul 21.50 WIB, proses evakuasi masih berlangsung dramatis dengan melibatkan petugas KAI, kepolisian, dan bantuan masyarakat sekitar. 

Beberapa penumpang dilaporkan mengalami luka-luka akibat guncangan keras, bahkan ada yang dievakuasi dalam kondisi tidak sadarkan diri untuk segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sebagai langkah pengamanan darurat guna menghindari risiko korsleting atau kebakaran, PT KAI Daop 1 Jakarta telah menonaktifkan Aliran Listrik Aliran Atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur serta emplasemen Stasiun Bekasi Timur. 

Hal ini mengakibatkan perjalanan KRL di lintas tersebut terhenti total untuk sementara waktu.

Baca Juga: Dudung Abdurachman Apakah Kader Partai? Jejak Jenderal yang Viral Beredel Baliho FPI, Kini Jadi Kepala Staf Kepresidenan Prabowo

Pernyataan Resmi KAI

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan terjadinya insiden tersebut dan menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada seluruh pelanggan atas gangguan perjalanan yang terjadi.

"PT KAI bersama pihak kepolisian saat ini tengah fokus melakukan evakuasi rangkaian kereta dan menangani para korban di lokasi. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional dapat segera kembali normal," kata Franoto dalam keterangan resminya, Senin (27/4/2026).

Mengenai penyebab pasti mengapa kedua kereta bisa berada di jalur yang sama pada waktu yang bersamaan, pihak KAI menyatakan masih melakukan investigasi mendalam. 

Investigasi ini akan melibatkan pemeriksaan sistem persinyalan serta komunikasi petugas pengatur perjalanan kereta api di wilayah tersebut.

Kecelakaan kereta api ini diprediksi akan berdampak panjang pada jadwal keberangkatan kereta api jarak jauh dari Gambir dan Senen, serta perjalanan KRL lintas Bekasi-Cikarang hingga Selasa dini hari. 

KAI mengimbau masyarakat untuk mencari moda transportasi alternatif atau memantau informasi terkini melalui kanal resmi perusahaan.

Editor : Syahaamah Fikria
#stasiun bekasi timur #tabrakan kereta #kecelakaan kereta api #krl #ka argo bromo anggrek