RADARSOLO.COM – Tragedi memilukan di perlintasan kereta api Bulak Kapal, Bekasi Timur, pada Senin malam (27/4/2026), menyisakan sorotan tajam pada operator taksi listrik Green SM Indonesia.
Insiden tabrakan maut yang melibatkan dua Commuter Line (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut diduga dipicu oleh satu unit armada hijau toska yang terjebak di tengah rel.
Kejadian ini tidak hanya memicu duka, tetapi juga rasa penasaran publik terhadap sosok di balik Green SM.
Perusahaan yang tengah melakukan ekspansi masif di Jabodetabek dan Bali ini ternyata dikendalikan oleh Pham Nhat Vuong, orang terkaya di Vietnam dengan imperium bisnis yang menggurita secara global.
Dari Penjual Mi Instan Menjadi Miliarder Dunia
Lahir pada 5 Agustus 1968 di Hanoi, Pham Nhat Vuong mengawali langkahnya dari keterbatasan di tengah krisis pasca-perang Vietnam.
Perjalanan suksesnya justru dimulai saat ia merantau ke Ukraina setelah menyelesaikan studi di Institut Geologi Moskow pada 1993.
Dengan modal pinjaman sebesar US$10.000, Vuong mendirikan perusahaan mi instan bernama Technocom dengan merek Mivina.
Di tengah runtuhnya Uni Soviet, mi instan buatannya menjadi primadona karena murah dan praktis.
Kesuksesan ini membawanya menjual Technocom ke raksasa dunia, Nestle, senilai US$150 juta pada tahun 2010.
Sekembalinya ke tanah air, Vuong membangun Vingroup, konglomerat terbesar di Vietnam yang bergerak di bidang real estate (Vinpearl), kesehatan, pendidikan, hingga teknologi.
Per 28 April 2026, Forbes mencatat kekayaan bersih Vuong menembus US$35,9 miliar, menempatkannya di peringkat 61 orang terkaya di dunia.
Ambisi Global Melalui VinFast dan Green SM
Visi Vuong untuk mendominasi pasar masa depan diwujudkan melalui dua lini bisnis utama yang kini merambah Indonesia:
1. VinFast Indonesia: Pabrik Raksasa di Subang
Didirikan pada 2017, VinFast bertransformasi menjadi raksasa mobil listrik Asia Tenggara.
Di Indonesia, VinFast mencatatkan penjualan retail hingga 10.630 unit sepanjang 2025.
Perusahaan ini juga telah menanamkan investasi sebesar Rp4,8 triliun untuk membangun pabrik di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi 50.000 unit per tahun.
2. Green SM: Pionir Taksi Listrik Bintang 5
Melalui unit bisnis Green and Smart Mobility (GSM) yang diluncurkan pada Maret 2023, Vuong menghadirkan layanan taksi Green SM.
Awalnya bernama "Xanh SM" di Vietnam, layanan ini berganti merek menjadi Green SM Indonesia pada April 2025.
Armada: Menggunakan mobil listrik VinFast model VF e34 dan VF 5.
Ekspansi: Dipimpin oleh Deny Tjia (Managing Director), Green SM mengamankan dukungan pendanaan Rp600 miliar dari Bank BCA untuk mengoperasikan hingga 10.000 unit armada.
Standar Keselamatan dalam Sorotan
Meski mengusung budaya kerja "GREEN" yang melambangkan pertumbuhan global dan pelayanan bintang lima, insiden di Bekasi menjadi ujian berat bagi kredibilitas Green SM di mata publik Indonesia.
Kampanye "taksi tanpa kebisingan dan aroma bensin" kini dibayangi oleh desakan audit keselamatan transportasi.
Kementerian Perhubungan kini berada di bawah tekanan publik untuk mengevaluasi standar operasional serta integrasi sistem keamanan armada Green SM.
Hal ini mengingat insiden tersebut mengakibatkan dampak sistemik pada operasional kereta api nasional dan jatuhnya korban jiwa.
Masyarakat kini menunggu tanggung jawab nyata dari pihak manajemen Green SM dan Vingroup, seiring dengan investigasi mendalam yang dilakukan oleh otoritas terkait guna memastikan apakah insiden maut tersebut disebabkan oleh kendala teknis armada listrik atau faktor lingkungan di perlintasan.
Editor : Syahaamah Fikria