RADARSOLO.COM – Ketersediaan stok pangan di Jawa Tengah diklaim aman dalam 10 bulan ke depan. Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah mencatat cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai sekitar 370.000 ton.
Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati menjelaskan, stok yang tersedia saat ini masih sangat memadai jika mengacu pada rata-rata tingkat penyaluran di wilayah Jawa Tengah.
”Untuk cadangan beras pemerintah yang kami kuasai saat ini kurang lebih 370.000 ton. Jika dihitung berdasarkan rata-rata penyaluran, stok tersebut cukup untuk 9 sampai 10 bulan ke depan,” ujar saat meninjau Gudang Bulog Triyagan, Karanganyar, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Usai Penahanan Eks Kepala Dinas, Pegawai Diskuktrans ESDM Karanganyar Diteror
Selain menjaga stok beras, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah, beras, hingga jagung dari petani.
Dalam waktu dekat, Bulog berencana menyalurkan cadangan jagung pemerintah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung.
”Untuk beras SPHP, stok selalu tersedia dan dapat diakses masyarakat di pasar-pasar dengan harga terjangkau serta kualitas terjaga,” paparnya.
Baca Juga: Bek Arsenal Ben White Dilabrak Winger Atletico Madrid di Semi Final Liga Champions, Ini Penyebabnya
Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng, Bulog mendapatkan alokasi penyaluran sebesar 35 persen dari kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) untuk produk Minyakita sesuai ketentuan Permendag Nomor 46.
Anggota Komisi IV DPR RI Sriyanto Saputro yang turut melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi memastikan kondisi stok pangan memang dalam keadaan aman.
”Setelah kami cek langsung, khusus wilayah Kantor Cabang Surakarta saja stoknya mencapai 79.000 ton. Kalau skala Jawa Tengah, sangat aman dan cukup untuk kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Kado Pahit May Day: 849 Buruh Pabrik Boneka di Sragen Terdepak, Dulu Masuk Diminta Semi Telanjang
Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok. Menurutnya, pemerintah telah melakukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
Sriyanto juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait harga gabah sebesar Rp 6.500 yang dinilai mampu meningkatkan semangat petani dalam menanam padi.
”Ini bukti pemerintah hadir untuk menyejahterakan petani,” tegasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras