Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Khutbah Jumat 1 Mei 2026 Bulan Zulkaidah: Makna Qurban dan Pembentukan Akhlak Muslim

Nur Pramudito • Jumat, 1 Mei 2026 | 04:15 WIB
ILUSTRASI. Khutbah Jumat 1 Mei 2026 Bulan Zulkaidah: Makna Qurban dan Pembentukan Akhlak Muslim (GEMINI AI)
ILUSTRASI. Khutbah Jumat 1 Mei 2026 Bulan Zulkaidah: Makna Qurban dan Pembentukan Akhlak Muslim (GEMINI AI)

RADARSOLO.COM - Khutbah Jumat 1 Mei 2026 di Bulan Zulkaidah dapat menjadi rujukan penting bagi para khatib dalam menyampaikan pesan keislaman yang relevan.

Tema tentang Qurban menjadi sangat tepat, mengingat umat Islam semakin dekat dengan momentum Idul Adha.

Memasuki Bulan Zulkaidah, umat Muslim mulai diingatkan kembali pada salah satu ibadah besar dalam Islam, yakni Qurban.

Ibadah ini bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam membentuk keimanan dan akhlak seorang hamba.

Dalam sejarah Islam, perintah Qurban telah dikenal sejak masa Nabi Adam.

Kemudian, kisah paling masyhur adalah peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim AS saat menerima perintah dari Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Ujian tersebut menjadi simbol ketaatan total seorang hamba kepada Tuhannya.

Dari peristiwa itu, Qurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah fisik, tetapi juga sebagai proses spiritual untuk menundukkan ego, mengikis sifat serakah, serta menumbuhkan keikhlasan dan kepedulian sosial.

Makna Qurban dalam Khutbah Jumat 1 Mei 2026 Bulan Zulkaidah

Secara bahasa, Qurban berasal dari kata “qariba” yang berarti dekat. Dalam konteks ibadah, Qurban dimaknai sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya.

Adapun secara istilah, Qurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak yang memenuhi syarat tertentu pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah.

Dalam Khutbah Jumat 1 Mei 2026 Bulan Zulkaidah, penting ditekankan bahwa Qurban bukan hanya tentang kemampuan finansial, tetapi juga tentang kualitas keimanan. Seorang Muslim diajak untuk merenungkan sejauh mana ia mampu mengorbankan kepentingan pribadi demi meraih ridha Allah SWT.

Qurban dan Pembentukan Akhlak

Lebih dari sekadar ibadah tahunan, Qurban memiliki dimensi akhlak yang sangat kuat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi keikhlasan, kepatuhan, pengorbanan, serta kepedulian terhadap sesama.

Melalui ibadah Qurban, umat Islam dilatih untuk tidak terikat pada harta dunia. Hewan yang dikurbankan sejatinya adalah simbol dari kecintaan duniawi yang harus dikendalikan. Dengan demikian, Qurban menjadi sarana untuk membersihkan hati dari sifat-sifat tercela.

Khutbah Jumat 1 Mei 2026 Bulan Zulkaidah tentang Qurban ini dapat menjadi pengingat bahwa setiap ibadah dalam Islam selalu memiliki tujuan mulia, yaitu membentuk manusia yang bertakwa dan berakhlak mulia.

Dengan memahami makna Qurban secara utuh, diharapkan umat Islam dapat menyambut Idul Adha dengan kesiapan lahir dan batin, serta menjadikan ibadah ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri secara menyeluruh.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِى الْفَضْلِ الْجَسِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ

Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.

Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap kelak.

Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah…

Saat ini kita telah memasuki bulan Zulkaidah sebagai bulan mulia bagi umat Islam. Bulan yang berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Salah satu perintah Allah kepada umat Islam yaitu berqurban. Qurban dianjurkan bagi Muslim yang memiliki kelapangan harta. Ibadah qurban disyariatkan untuk dilakukan pada hari raya Idul Adha (10 Zulhijah) dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).

Dalam Al-Qur’an, perintah qurban termaktub dalam Al-Hajj ayat 34 yang berbunyi:

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ ۝٣٤

wa likulli ummatin ja‘alnâ mansakal liyadzkurusmallâhi ‘alâ mâ razaqahum mim bahîmatil-an‘âm, fa ilâhukum ilâhuw wâḫidun fa lahû aslimû, wa basysyiril-mukhbitîn

Artinya: Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah).

Hadirin yang berbahagia.....

Dalam sejarah Islam, perintah qurban dimulai sejak masa Nabi Adam AS. Atas perintah Allah Swt., Nabi Adam meminta kepada 2 putranya, Habil dan Kabil, untuk berkurban. Keduanya harus berkurban dalam rangka memperoleh Iqlima dan Labuda sebagai istri.

Habil berkurban binatang ternak terbaik miliknya, sementara Kabil hanya memberi hasil pertanian yang rusak dan busuk. Kurban dari Habil diterima oleh Allah Swt. karena rasa keikhlasan. Adapun kurban dari Kabil ditolak karena tidak ikhlas.

Namun, perintah qurban menggunakan hewan ternak dilatarbelakangi oleh kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Kala itu, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya, Ismail.

Nabi Ibrahim menerima perintah tersebut, dan dengan penuh ketaatan, ia menyampaikan perintah itu kepada Nabi Ismail.

Hal ini diceritakan dalam Ash-Shaffat ayat 102-107:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٠٢

fa lammâ balagha ma‘ahus-sa‘ya qâla yâ bunayya innî arâ fil-manâmi annî adzbaḫuka fandhur mâdzâ tarâ, qâla yâ abatif‘al mâ tu'maru satajidunî in syâ'allâhu minash-shâbirîn

Artinya:"Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”

فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ ۝١٠٣

fa lammâ aslamâ wa tallahû lil-jabîn

Artinya:"Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah)."

وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُۙ ۝١٠٤

wa nâdainâhu ay yâ ibrâhîm

Artinya:"Kami memanggil dia, “Wahai Ibrahim."

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَاۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ۝١٠٥

qad shaddaqtar-ru'yâ, innâ kadzâlika najzil-muḫsinîn

Artinya:"Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan."

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ ۝١٠٦

inna hâdzâ lahuwal-balâ'ul mubîn

Artinya:"Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata."

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ ۝١٠٧

wa fadainâhu bidzib-ḫin ‘adhîm

Artinya:"Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar."

Setelah Nabi Ibrahim menyampaikan perintah kepada Ismail, ia menyanggupi perintah Allah. Maka, tepat pada tangal 10 Zulhijah sewaktu Nabi Ismail berusia 7 tahun (ada yang berpendapat 13 tahun), Nabi Ibrahim menjalankan perintah itu di Mina.

Nabi Ismail ke Mina dan membaringkan di atas pelipis. Saat-saat penuh kesedihan itu, Nabi Ismail lantas mengatakan pada ayahnya dengan penuh keikhlasan, yaitu:

يا أبت اشدد رباطى حتى لا اضطرب، واكفف عنى ثيابك حتى لا يتناثر عليها شئ من دمى فتراه أمى فتحزن، وأسرع مرّ السكين على حلقى ليكون أهون للموت على، فإذا أتيت أمى فاقرأ عليها السلام منى

Artinya, “Wahai ayahku! Kencangkanlah ikatanku agar aku tidak lagi bergerak, singsingkanlah bajumu agar darahku tidak mengotori, dan (jika nanti) ibu melihat bercak darah itu niscaya ia akan bersedih, percepatlah gerakan pisau itu dari leherku, agar terasa lebih ringan bagiku karena sungguh kematian itu sangat dahsyat. Apabila engkau telah kembali maka sampaikanlah salam (kasih)ku kepadanya.” (Syekh Muhammad Sayyid Ath-Thanthawi, Tafsir Al-Wasith, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M], halaman 3582).

Berkat rahmat dan kasih sayang Allah Swt., Ismail tidak jadi dikurbankan. Saat Ibrahim hendak menyembelih putranya, Allah lalu mengganti Ismail dengan seekor domba.

Perintah qurban juga dicontohkan oleh Rasulullah yang termuat dalam hadis Bukhari dan Muslim:

ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ قَالَ وَرَأَيْتُهُ يَذْبَحُهُمَا بِيَدِهِ وَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا قَالَ وَسَمَّى وَكَبَّرَ

“Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam berkurban dengan dua ekor kambing kibasy putih yang telah tumbuh tanduknya. Anas berkata: 'Aku melihat beliau menyembelih dua ekor kambing tersebut dengan tangan beliau sendiri. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher kambing itu. Beliau membaca basmalah dan takbir.'”

Berangkat dari kisah Ibrahim dan Ismail, hal ini mengajarkan bahwa ketaatan kepada Allah harus diutamakan. Berqurban juga dapat menumbuhkan sifat kedermawanan, saling membantu, dan saling berkasih sayang.

Qurban juga menjadi simbol untuk membunuh sifat-sifat kebinatangan, menghilangkan sifat-sifat buruk, sikap egoisme, nafsu serakah, dan sifat individual.

Semoga kita dapat menjaga kesucian dan kehormatan bulan Zulkaidah sebagai langkah awal untuk memperbaiki rasa hormat dan patuh kita akan perintah-perintah serta larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ،

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Editor : Nur Pramudito
#1 Mei 2026 #Khutbah Jumat 1 Mei 2026 #teks khutbah jumat #khutbah jumat