RADARSOLO.COM - Khutbah Jumat 1 Mei 2026 mengingatkan umat Islam akan pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari akhlak mulia yang mencerminkan keimanan kepada Allah SWT dan hari akhir.
Lisan yang terjaga menjadi salah satu indikator keselamatan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga lisan bukan sekadar menahan diri dari berkata kasar.
Lebih dari itu, seorang Muslim dituntut untuk memastikan setiap ucapan yang keluar mengandung kebaikan, kebenaran, dan manfaat.
Baca Juga: Khutbah Jumat 24 April 2026: 2 Nikmat Allah yang Kerap Terlupakan dalam Kehidupan
Jika tidak mampu berkata baik, maka diam adalah pilihan terbaik agar terhindar dari dosa seperti fitnah, ghibah, hingga perkataan yang dapat melukai hati orang lain.
Pada Khutbah Jumat 1 Mei 2026 ini juga ditekankan bahwa menjaga lisan erat kaitannya dengan kebersihan hati.
Ucapan seseorang sejatinya merupakan cerminan dari apa yang ada di dalam hatinya. Ketika hati dipenuhi kebaikan, maka lisan pun akan terjaga.
Sebaliknya, hati yang dipenuhi penyakit seperti iri, dengki, dan amarah akan mudah melahirkan ucapan yang buruk.
Oleh karena itu, menjaga lisan harus diawali dengan upaya membersihkan hati.
Dengan hati yang bersih dan penuh keimanan, seorang Muslim akan lebih mudah mengontrol perkataannya dan menjadikan lisannya sebagai sarana kebaikan, bukan sumber masalah.
Melalui Khutbah Jumat 1 Mei 2026, diharapkan umat Islam semakin menyadari bahwa keselamatan seseorang tidak hanya ditentukan oleh amal perbuatannya, tetapi juga oleh bagaimana ia menjaga lisannya dalam setiap kondisi.
Khutbah Jumat 1 Mei 2026, 1 Mei 2026, Khutbah Jumat, Teks Khutbah Jumat,
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ مَنْ تَوَكَّلَ عَلَيْهِ بِصِدْقِ نِيَّةٍ كَفَاهُ وَمَنْ تَوَسَّلَ إِلَيْهِ بِاتِّبَاعِ شَرِيْعَتِهِ قَرَّبَهُ وَأَدْنَاهُ وَمَنِ اسْتَنْصَرَهُ عَلَى أَعْدَائِهِ وَحَسَدَتِهِ نَصَرَهُ وَتَوَلاَّهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ حَافَظَ دِيْنَهُ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ، خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ، اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
Hadirin rahimakumullah,
Di hari yang mulia ini, saya berpesan kepada para jamaah Jumat sekalian dan khususnya kepada diri saya pribadi dan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah swt, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal menghadap untuk menghadap kepada Sang Pencipta.
Hal ini sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 197:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
Artinya: Berbekallah kamu, sesungguhnya sebaik-baik bekal itu adalah taqwa (QS Al-Baqarah: 197).
Selain itu, kita juga harus selalu bersyukur kepada Allah swt dengan sebanyak-banyak memuji-Nya, dan atas segala nikmat dan karunia-Nya, kita bisa menjalankan ibadah Jumat pada siang hari ini. Karena puncak nikmat hidup di dunia adalah selalu diberikan hidayah untuk selalu sujud kepada-Nya.
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya: Jika kamu bersyukur, maka Aku akan tambah nikmat-nikmat-Ku untuk kamu (QS Ibrahim: 7).
Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,
Lisan merupakan salah satu nikmat Allah swt yang amat besar diberikan kepada manusia, dan juga salah satu ciptaan Allah yang menakjubkan. Karena melalui lisanlah ilmu Allah tersebar diseluruh muka bumi. Akan tetapi dari lisan manusia bisa menjadi beriman, dan dari lisan pula manusia bisa menjadi kufur.
Karena seperti perkataan pepatah bahwa “mulutmu harimaumu”. Artinya, setiap Muslim harus menjaga perkataan maupun lisannya agar tidak mudah mengumpat, menghibah, memfitnah, mengkafirkan, menyalahkan, membid’ahkan maupun mengumbar perkataan yang tidak baik.
Rasulullah saw dalam sebuah hadits bersabda bahwa:
سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ
Artinya: Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan (HR Bukhari)
Hadirin rahimakumullah,
Di zaman sekarang, lisan tidak hanya digambarkan melalui ucapan, akan tetapi sudah merambah pada aktivitas-aktivitas di media sosial, seperti Whatsapp, Website, Twitter dan lain-lain. Maka sudah saatnya, sebagai umat Muslim harus selalu menjaga lisannya di media sosial. Karena sekarang sudah banyak ajaran yang mengajak mendekatkan kita kepada Allah, dengan cara tidak manusiawi.
Padahal Allah swt selalu memperingatkan kepada kita bahwa terdapat malaikat yang mencatat setiap ucapan manusia, yang baik maupun yang buruk. Allah swt berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya: Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (QS Qaaf: 18).
Rasulullah saw bersabda di dalam haditsnya:
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَـيْرًا أَوْ لِيَـصـمُــتْ
Artinya: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam (HR Bukhari).
Hadirin hafidzakumullah,
Ajaran agama Islam menjadi kotor dan peradaban Islam penjadi runtuh, salah satu disebabkan oleh kotornya lisan. Banyak yang mengaku Islam di lidah, tetapi tidak di perbuatan. Bahkan banyak umat Islam yang mencaci maki saudaranya sendiri, lantaran berbeda mazhab dan manhaj. Bahkan mereka menganggap dirinya dan cara islamnyalah yang paling benar dan layak masuk ke surga. Sedangkan yang lain bisa salah, sesat, bid’ah dan layak masuk neraka. Padahal dengan berdiskusi dan bertabayyun itu lebih baik dan menjadikan keterbukaan sesama pemeluk Islam.
Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَـافُ عَلَيْــكُمْ بَعْدِيْ كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِـيمُ اللِّسَانِ
Artinya: Sungguh yang paling aku khawatirkan atas kalian semua sepeninggalku adalah orang munafik yang pintar berbicara (HR At-Tabrani).
Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,
Oleh karena itu, kita semua, sebaiknya sangat berhati-hati ketika sedang berucap atau menulis sesuatu di media sosial. Sikap berpikir sebelum berucap merupakan kebijaksanaan bagi hamba yang memiliki akal pikiran. Dan tidak lupa juga untuk selalu ber-tabayyun (klarifikasi), kepada orang atau kelompok lain yang mungkin berbeda cara, pandangan dan metode dalam mengambil dalil dan hujjah.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullâh,
Sekali lagi saya ingatkan bahwa Allah mengutus malaikat khusus untuk mengawasi ucapan kita, baik hasil lisan kita maupun ketikan jari-jari kita di media sosial. Semoga kita bisa menjadi Muslim yang menjaga lisannya, baik secara langsung maupun lewat tulisan di media sosial. Dan semoga, ucapan-ucapan kita hanyalah yang mendatangkan pahala dan ridha dari Allah swt.
باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Editor : Nur Pramudito