Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Peringati May Day 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Puji Kontribusi Buruh pada Ekonomi Jateng

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 1 Mei 2026 | 12:44 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi hadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi hadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)

 RADARSOLO.COM - Ribuan buruh dari berbagai penjuru Jawa Tengah memadati Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat pagi (1/5/2026).

Berbeda dengan aksi turun ke jalan dengan tensi tinggi, peringatan tahun ini dikemas dalam kegiatan jalan sehat bertajuk "Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja".

Baca Juga: Ahmad Luthfi Dampingi Prabowo Kunjungi Sekolah di Cilacap, Para Siswa Respons Positif Program MBG

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan jajaran Forkopimda, hadir langsung di tengah massa untuk memberikan apresiasi atas kontribusi besar kaum pekerja dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Pahlawan Ekonomi Jawa Tengah

Dalam pidatonya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa buruh adalah pilar utama di balik capaian impresif ekonomi Jawa Tengah yang mampu tumbuh sebesar 5,37 persen, sebuah angka yang melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.

Luthfi menilai keharmonisan hubungan industrial antara pengusaha, pemerintah, dan pekerja di Jawa Tengah merupakan modal utama yang harus terus dirawat. Baginya, May Day adalah momentum refleksi untuk memastikan hak-hak pekerja terpenuhi seiring dengan kemajuan industri.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh serikat pekerja dan buruh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ekonomi, khususnya di wilayah Ungaran dan Jawa Tengah pada umumnya. Kalianlah pahlawan dalam rangka mengembangkan ekonomi Provinsi Jawa Tengah. Hidup buruh!" seru Ahmad Luthfi disambut riuh ribuan peserta jalan sehat.

Suara Pekerja: Jalan Sehat Lebih Aman

Nuansa akrab dan tenang dalam jalan sehat sepanjang 4 kilometer yang melintasi Jl. Sukun hingga Jl. Letjend Suprapto ini mendapat respons positif dari para buruh.

Mereka merasa lebih nyaman menyampaikan aspirasi melalui kegiatan kolektif yang sehat daripada melakukan aksi demonstrasi yang berisiko memicu kekacauan.

Mardia, seorang buruh dari PT Semarang Garmen, mengungkapkan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam acara ini.

Baca Juga: Melalui Sistem Merit, Gubernur Ahmad Luthfi Lantik 27 Pejabat di Jateng

"Kami bangga bisa ikut jalan sehat begini. Kalau demo malah khawatir nanti dadi ambyar (berantakan). Lebih baik jalan sehat begini saja. Semoga ke depan buruh tambah sukses, jaya, dan selamat semua," ujar Mardia.

Meski menikmati suasana peringatan Hari Buruh, harapan akan peningkatan taraf hidup tetap menjadi harapan utama para pekerja.

Satrio Nugroho dari PT Bina Guna Kimia turut menitipkan pesan mengenai upah.

"Harapannya tentu semoga kenaikan gaji bisa lebih signifikan lagi ke depannya," tuturnya.

Diplomasi Tripartit dan Upah Sektoral

Di sisi organisasi, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Kabupaten Semarang Sumanta memandang perubahan pola peringatan ini sebagai bukti lancarnya komunikasi dalam Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit.

Baca Juga: Otonomi Daerah Berjalan 30 Tahun, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Kemandirian Fiskal 

Menurutnya, jalur audiensi dan dialog langsung dengan pemerintah daerah terbukti lebih efektif dalam menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, seperti halnya proses penetapan UMK sebelumnya.

"Penyampaian aspirasi tidak harus selalu turun ke jalan kalau komunikasinya lancar. Kecuali kalau sudah buntu, tidak ada titik temu, baru kita bergerak. Tapi di Kabupaten Semarang, Pak Bupati cukup responsif terhadap tuntutan kami," jelas Sumanta.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa perjuangan buruh tetap berlanjut, khususnya dalam mengawal upah sektoral pada industri garmen dan tekstil yang menjadi sektor dominan di wilayah Kabupaten Semarang. Acara peringatan May Day 2026 ini pun berakhir tertib dengan pembagian berbagai hadiah di garis finis. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kontribusi buruh #ekonomi jateng #may day #hari buruh internasional #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi