Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemuda Pencari Biawak yang Hanyut di Sungai Lusi Grobogan Ditemukan Meninggal

Adi Pras • Selasa, 5 Mei 2026 | 18:30 WIB
Jasad Yusuf Afandi, 24, warga Godong, Kabupaten Grobogan ditemukan di Sungai Lusi, Grobogan, Selasa (5/5/2026) siang. (Basarnas Semarang)
Jasad Yusuf Afandi, 24, warga Godong, Kabupaten Grobogan ditemukan di Sungai Lusi, Grobogan, Selasa (5/5/2026) siang. (Basarnas Semarang)

 

RADARSOLO.COM – Pencarian terhadap Yusuf Afandi, 24, warga Godong, Kabupaten Grobogan yang hanyut di Sungai Lusi, Klambu, Grobogan akhirnya membuahkan hasil.

Korban yang hanyut pada Senin (4/5/2026) siang pukul 13.30 tersebut berhasil ditemukan tim SAR gabungan, Selasa (5/5/2026).

Sayangnya, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dijarak 3 kilometer (km) dari lokasi awal kejadian.

Baca Juga: Tragis! Berburu Biawak, Remaja asal Grobogan Hanyut di Sungai Lusi

”Pukul 13.30 WIB tadi tim telah berhasil menemukan saudara AF dalam kondisi meninggal dunia saat tim melakukan penyisiran,” ungkap Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.

Budiono menambahkan, saat penyisiran tim melihat benda hitam di bawah permukaan air di pinggiran sungai. Setelah dicek ternyata korban yang sedang dicari.

Tim segera melakukan evakuasi dan selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Godong guna pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Relawan SAR Gabungan di Karanganyar Dibekali Keterampilan Jungle Rescue

”Kami menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati bila beraktivitas di sungai,” tandasnya.

Seperti diketahui, Yusuf Afandi hanyut saat menyeberangi Sungai Lusi yang berada di Dusun Brakas, Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Grobogan.

Saat itu korban diketahui bersama lima rekannya berada di sungai tersebut untuk berburu biawak. Saat berburu, korban memutuskan untuk ke seberang sungai dengan cara berenang.

Namun, karena diduga tidak begitu mahir berenang dan arus yang cukup deras, korban akhirnya kelelahan dan hanyut saat mencapai tengah sungai yang memiliki lebar sekitar 20 meter tersebut.

Baca Juga: PT CWII Sragen Klarifikasi terkait PHK 849 Buruh, Janjikan Haknya Terpenuhi

Mengetahui korban hanyut, rekan-rekannya kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa yang kemudian diteruskan ke Basarnas Pos SAR Jepara. (adi)

Editor : Adi Pras
#sar #SAR Semarang #biawak #grobogan #Basarnas Semarang