Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Apa Alasan Ade Armando Mundur dari PSI? Sebut Nama Jusuf Kalla

Syahaamah Fikria • Selasa, 5 Mei 2026 | 18:44 WIB
Ade Armando.
Ade Armando.

RADARSOLO.COM – Politisi penuh kontroversi Ade Armando secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Keputusan mendadak ini disampaikan langsung melalui konferensi pers di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026).

Mundurnya sosok yang kerap menyuarakan pandangan vokal di media sosial ini sontak memicu pertanyaan publik. 

Apa sebenarnya alasan utama di balik keputusan Ade Armando meninggalkan partai berlambang mawar tersebut?

Baca Juga: Pemuda Pencari Biawak yang Hanyut di Sungai Lusi Grobogan Ditemukan Meninggal

Dikatakan Ade, keputusan itu terpaksa dia ambil demi melindungi citra PSI dari badai politik dan hukum yang tengah menyeret namanya.

Terutama terkait pelaporan oleh puluhan organisasi masyarakat (ormas) Islam.

Bukan Konflik Internal

Ade Armando dengan tegas menepis rumor adanya keretakan hubungan antara dirinya dengan elite PSI. 

Ia memastikan bahwa keputusannya hengkang didasari kesadaran pribadi agar partai tidak ikut terseret dalam pusaran kasus hukum yang menjeratnya.

"Saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI. Tidak ada konflik antara saya dengan PSI, namun saya mundur demi kebaikan bersama," tegas Ade.

Ia merasa tidak adil jika seluruh kader dan pengurus PSI harus ikut menanggung beban dari pernyataan pribadinya.

"Saya ingin bertanggung jawab penuh atas apa yang saya lakukan secara pribadi," imbuhnya.

Dipolisikan 40 Ormas Terkait Video Jusuf Kalla

Puncak alasan yang membuat Ade Armando mundur adalah laporan kepolisian yang dilayangkan oleh Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama ke Bareskrim Polri pada Senin (4/5/2026).

Sebanyak 40 ormas yang diwakili oleh Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, melaporkan Ade Armando bersama Grace Natalie dan Permadi Arya (Abu Janda). 

Baca Juga: Jejak Pengabdian Mantan Wakil Bupati Boyolali Agus Purmanto, Sosok Birokrat Tenang yang Paham Seluk Beluk Wilayahnya

Ketiganya dituduh melakukan framing provokatif terhadap potongan video podcast mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenai konsep mati syahid.

Pihak pelapor menilai narasi yang dibangun Ade Armando dan kolega telah memicu kesalahpahaman, seolah-olah JK menistakan umat Kristiani. 

Tindakan ini dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Terkait laporan tersebut, Ade mengklaim bahwa ada serangan yang sengaja dilakukan kepadanya.

Bahkan, dia menyebut nama-nama orang besar yang turut ikut serta di belakangnya.

"Bahkan menyangkut nama-nama besar, orang-orang terkenal turun tangan, bahkan Pak Din Syamsuddin itu menurut saya kan luar biasa. Tapi serangannya itu bukan hanya ke saya. Serangannya diarahkan kepada PSI," ujar dia.

Ancaman Boikot Dukungan ke PSI

Selain tekanan hukum, Ade juga membeberkan adanya manuver politik yang secara terang-terangan menyudutkan PSI. 

Ia mengungkap fakta bahwa Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, sempat menerima surat ultimatum dari sejumlah pihak.

"Ada orang-orang yang mengirim pesan kepada Pak Ali dan menyatakan bahwa 'Nggak bisa nih selama Ade Armando masih ada di sana, kita nggak akan dukung PSI'," ungkap akademisi tersebut.

Meski memilih mundur dan siap menghadapi proses hukum, Ade Armando tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah. 

"Saya yakin laporan ini tidak akan dicabut dan akan terus bergulir. Tapi saya merasa tidak bersalah. Saya tidak pernah berniat mengadu domba,  memprovokasi, menghasut siapa pun untuk membenci Pak JK," pungkasnya.

Editor : Syahaamah Fikria
#ade armando #jusuf kalla #psi