Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tekan Backlog Perumahan, Pemprov Jateng Bangun 281.312 Rumah Layak bagi Warga Miskin

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 6 Mei 2026 | 16:02 WIB
Subali, seorang penjual bakso bakar keliling asal Kabupaten Wonogiri yang sebelumnya hidup menumpang kini memiliki hunian mandiri yang layak. (DOK.PEMPROV JATENG)
Subali, seorang penjual bakso bakar keliling asal Kabupaten Wonogiri yang sebelumnya hidup menumpang kini memiliki hunian mandiri yang layak. (DOK.PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM – Pemprov Jateng mencatatkan akselerasi yang signifikan dalam upaya penanganan backlog perumahan di wilayahnya.

Sejak tahun 2025 hingga memasuki triwulan I tahun 2026, sebanyak 281.312 unit rumah bagi warga miskin berhasil dibangun melalui berbagai skema pendanaan kolaboratif.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Rayakan Hardiknas 2026 di SMKN 1 Kedawung Sragen, Hasil Kebunnya Pasok Program MBG

Keberhasilan ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menyediakan hunian layak, aman, dan sehat bagi masyarakat kelas bawah sekaligus mendukung target nasional pembangunan 3 juta rumah.

Penurunan Signifikan Angka Backlog

Realisasi pembangunan hunian di Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 274.514 unit.

Memasuki awal tahun 2026, jumlah tersebut terus bertambah sebanyak 6.798 unit.

Dana pembangunan tersebut bersumber dari sinergi anggaran APBN, APBD Provinsi, APBD kabupaten/kota, serta dukungan dari sektor non-pemerintah seperti CSR perusahaan dan Baznas.

Langkah masif ini terbukti efektif memangkas angka masyarakat yang belum memiliki rumah atau tinggal di hunian tidak layak.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah Boedyo Dharmawan menjelaskan, upaya ini telah menurunkan angka backlog secara drastis dari 1,33 juta unit di akhir 2025 menjadi 1,05 juta unit di awal 2026.

“Pada akhir 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 1,33 juta unit. Berkat upaya kolaboratif, sepanjang 2025 berhasil ditekan sekitar 274 ribu unit, sehingga awal 2026 turun menjadi sekitar 1,05 juta unit,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Resmikan Daycare di Ungaran, Ahmad Luthfi: Fasilitasi Buruh Agar Anak Dapat Pola Asuh dan Asih

Ia menambahkan bahwa fokus program mencakup pembangunan baru dan peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Program ini tidak hanya membangun rumah baru, tetapi juga memperbaiki rumah yang tidak layak agar memenuhi standar hunian yang aman dan sehat,” jelas Boedy.

Komitmen Gubernur dan Keadilan Sosial

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, penyediaan rumah bagi warga miskin bukan sekadar urusan infrastruktur fisik, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara dalam menghadirkan keadilan sosial.

Pemprov Jateng berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan setiap keluarga di Jawa Tengah memiliki landasan kesejahteraan melalui hunian yang layak.

Proses verifikasi penerima bantuan pun dilakukan secara ketat melalui data DTKS guna memastikan ketepatan sasaran.

Baca Juga: Melalui Sistem Merit, Gubernur Ahmad Luthfi Lantik 27 Pejabat di Jateng

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi agar semakin banyak warga terbantu dan backlog perumahan di Jawa Tengah bisa ditekan secara bertahap,” ungkap Ahmad Luthfi.

Gubernur memandang bahwa rumah yang sehat akan menjadi fondasi bagi produktivitas masyarakat.

“Kami ingin setiap keluarga di Jawa Tengah memiliki tempat tinggal yang layak sebagai fondasi untuk hidup lebih sejahtera dan produktif,” tambah Gubernur menekankan visi jangka panjang program perumahan tersebut.

Harapan Baru bagi Penerima Manfaat

Manfaat nyata dari program ini dirasakan langsung oleh warga di pedesaan, salah satunya adalah Subali, seorang penjual bakso bakar keliling asal Kabupaten Wonogiri.

Subali yang sebelumnya hidup menumpang kini memiliki hunian mandiri yang layak.

“Saya senang sekali dapat bantuan rumah. Dulu tidak pernah kepikiran bisa punya rumah sendiri,” ungkapnya dengan haru.

Hal senada dirasakan oleh Sumar, seorang buruh tani yang rumah kayunya kini telah dipugar menjadi bangunan tembok yang kokoh.

Sumar mengaku bantuan RTLH ini sangat meringankan beban ekonominya karena penghasilannya sebagai pekerja serabutan tidak mencukupi untuk biaya renovasi.

“Senang sekali mendapat bantuan RTLH. Saya merasa pemerintah benar-benar memperhatikan warganya,” ujar Sumar.

Baca Juga: Sirnas Padel 2026 Sukses Digelar, Ahmad Luthfi: Ajang Pengembangan Atlet dan Sport Tourism

Kini, ia bisa bekerja dengan lebih tenang karena kondisi rumahnya sudah aman dari kebocoran dan kerusakan struktur.

“Rasanya lega, sekarang rumah lebih kuat dan atapnya sudah bagus,” pungkasnya.

Kisah Subali dan Sumar merepresentasikan harapan ratusan ribu warga Jawa Tengah lainnya yang kini mendapatkan kualitas hidup lebih baik berkat program hunian layak tersebut. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#backlog perumahan #bangun rumah layak #warga miskin #pemprov jateng #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi