Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Heboh! Pengasuh Ponpes di Pati Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Kini Menghilang: Dicari Polisi, Diduga Kabur ke Luar Pulau, Warga Mulai Kehilangan Kesabaran

Niko auglandy • Kamis, 7 Mei 2026 | 07:28 WIB
Kiai As diduga cabuli santriwati (ki), ponpes Ndolo Kusumo (ka).
Kiai As diduga cabuli santriwati (ki), ponpes Ndolo Kusumo (ka).

RADARSOLO.COM - Aktivitas di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, terhenti total setelah mencuat kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati.

Pengasuh ponpes berinisial As, yang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 April 2026, hingga kini belum berhasil diamankan aparat kepolisian.

Keberadaannya pun masih misterius.
Sejumlah warga menyebut tersangka diduga telah meninggalkan daerah dan berada di luar pulau. Informasi yang beredar menyebut As mengikuti jaringan santri dari Kalimantan, meski kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Baca Juga: Hasil Bayern Muenchen Vs PSG: Les Parisiens Tantang Arsenal di Final Liga Champions

Aparat kepolisian terus melakukan pencarian. Pada Senin (4/5) malam, petugas mendatangi area pondok hingga rumah kerabat tersangka untuk menelusuri jejak keberadaannya.

Ketua Pemuda Tlogosari, Ahmad Nawawi, mengungkapkan tersangka disebut sudah meninggalkan pondok sejak sekitar dua bulan lalu. Sejak saat itu, aktivitas pesantren, terutama untuk santri putri, berhenti total.

Baca Juga: Prediksi Harga Emas Antam Besok Kamis 7 Mei 2026: Usai Meroket Hari Ini, Mampukah Bertahan di Zona Hijau?

Ia menyebut tersangka sempat terlihat terakhir di kawasan Rejenu, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang dikenal sebagai lokasi aktivitas spiritual. Namun setelah itu, keberadaannya tidak lagi diketahui.

Kasus ini membuat warga resah. Mereka mendesak aparat segera menangkap tersangka dan mengancam akan menggelar aksi demonstrasi di Mapolresta Pati apabila tidak ada perkembangan signifikan dalam penanganan kasus tersebut.

“Kasus ini sudah meresahkan dan mencoreng nama baik desa,” ujar Nawawi dilansir dari Jawa Pos Radar Pati.

Baca Juga: Siapa Pemilik Bus ALS? Profil PO Legendaris yang Terbakar Usai Tabrak Truk BBM di Muratara Sumsel, Tewaskan 16 Orang

Sebelum kasus dugaan pencabulan ini mencuat, warga juga mengaku sempat mencurigai adanya dugaan praktik lain seperti pemerasan dan penipuan di lingkungan pondok pesantren tersebut.

Sementara itu, Polresta Pati telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga telah melayangkan surat pemanggilan kepada tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Dika Hadian Widya Wiratama menegaskan, pihaknya akan melakukan penangkapan terlebih dahulu sebelum proses penahanan dilakukan.

Polisi juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika mengetahui keberadaan tersangka. Penanganan kasus disebut dilakukan secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku. (him/Jpg/nik

Editor : Niko auglandy
#kasus #pencabulan #pati