RADARSOLO.COM – Seorang jemaah haji embarkasi Solo, Sutrisno, meninggal dunia di RS Amri Tambunan, Medan, Jumat (9/5) pukul 11.40.
Almarhum sempat menjalani pendaratan darurat di Bandara Kualanamu sebelum wafat.
Ketua PPIH Embarkasi Solo Fitriyanto mengatakan, jenazah Sutrisno telah diterima di Solo.
Jenazah Sutrisno diterbangkan dari Bandara Kualanamu, Medan dan tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Sabtu (9/5) sekira pukul 15.00.
Baca Juga: Rutan Boyolali Buka Wisata Petik Melon, Libatkan Warga Binaan Budidaya Hidroponik
Menurut Fitriyanto, sebelumnya, Sutrisno dinyatakan sehat dan layak terbang. Namun kondisi kesehatannya memburuk di dalam pesawat.
Setelah dirawat semalam di rumah sakit, Sutrisno mengembuskan napas terakhir.
Karena wafat sebelum pelaksanaan wukuf, almarhum berhak dibadalhajikan oleh petugas haji Indonesia.
“Ahli waris akan menerima santunan asuransi sebesar biaya perjalanan haji, sekitar Rp56 juta,” kata Fitriyanto.
PPIH juga memberi opsi kepada istri almarhum, Titik Nurhayati, untuk tetap berangkat haji tahun ini di akhir periode penerbangan atau menundanya ke tahun depan.
Baca Juga: DPRD Wonogiri Gagas Anggaran untuk Perangi Pelecehan di Sekolah
Sementara itu, Titik menceritakan detik-detik terakhir suaminya. Sutrisno mengalami sesak napas dan masalah jantung saat pesawat mengudara.
“Sempat diberi oksigen selama 15 menit dan kondisi membaik. Namun, 15 menit kemudian saturasi oksigen turun kembali, sehingga diputuskan untuk mendarat darurat demi keselamatan almarhum karena perjalanan ke Jeddah masih tersisa 8 jam,” ungkap Titik, Sabtu (9/5/2026).
Setiba di Medan, kondisi Sutrisno sempat stabil di malam hari. Namun pukul 03.00, dia kembali mengalami sesak napas hebat hingga akhirnya wafat pukul 11.40.
Titik menyebut suaminya hanya memiliki riwayat diabetes. "Tidak pernah mengeluh sakit jantung atau sesak napas sebelumnya,” tuturnya. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono