Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026 Menjawab Benar Tapi Disalahkan: Juri Ngeles Tak Mendengar, Kini Banjir Kritik Tajam

Syahaamah Fikria • Senin, 11 Mei 2026 | 18:02 WIB
Potongan video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). (YouTube MPRGOID)
Potongan video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). (YouTube MPRGOID)

RADARSOLO.COM – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh cuplikan video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). 

Video tersebut viral setelah memperlihatkan momen kontroversial di mana dewan juri menyalahkan jawaban benar dari salah satu peserta, namun membenarkan jawaban yang sama persis dari regu lain.

Insiden ini memicu gelombang kritik dari netizen yang menilai dewan juri bersikap antikritik dan tidak objektif dalam memberikan penilaian pada perlombaan bergengsi yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi MPR RI tersebut.

Baca Juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-19 di ASEAN Championship 2026 dan Pembagian Grupnya: Lawan Myanmar Jadi Ujian Perdana Garuda Muda

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat babak rebutan yang melibatkan tiga tim finalis. 

Pembawa acara melontarkan pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai konstitusi.

"DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa acara dalam video yang diunggah di akun YouTube.

Grup C dari SMAN 1 Pontianak menekan bel paling cepat. 

Baca Juga: Wisata Gunung Lawu Berkembang, Wabup Karanganyar: Pemkab Hanya Jadi Penonton dan Tak Dapat Apa-Apa

Peserta kemudian menjawab dengan lengkap: "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."

Secara mengejutkan, salah satu dewan juri, Dyastasita, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI menyatakan jawaban tersebut salah dan memberikan poin -5.

Pertanyaan kemudian dilempar kembali dan dijawab oleh Grup B dari SMAN 1 Sambas. 

Peserta Grup B memberikan jawaban yang identik dengan Grup C, yakni menyebutkan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh Presiden. 

Namun, kali ini juri justru memberikan nilai 10. 

"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," ujar Dyastasita.

Baca Juga: Perjuangan Persis Solo Agar Tak Terdegradasi Jadi Cermin Kompetitor, Bernardo Tavares Dorong Federasi Ciptakan Lebih Banyak Turnamen

Juri Bersikeras "Tak Mendengar" Meski Peserta Protes

Sadar bahwa jawaban mereka sama persis dengan tim lawan yang dibenarkan, Grup C langsung melayangkan protes secara sopan. 

"Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," tegas perwakilan SMAN 1 Pontianak.

Namun, Dyastasita berdalih bahwa dirinya tidak mendengar kata "Dewan Perwakilan Daerah" dalam jawaban pertama. 

Baca Juga: Klaten International Cycling Festival Siap Digelar, Jadi Ajang Ciptakan Paket Tur Wisatawan Mancanegara

"Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi," kilahnya.

Meskipun peserta Grup C terus berusaha menjelaskan dan bahkan meminta pendapat penonton sebagai saksi, dewan juri tetap pada keputusannya. 

Juri lainnya, Indri Wahyuni, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, bahkan  justru menyalahkan artikulasi peserta.

"Kalau menurut kalian sudah (menjawab), tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5," kata Indri di depan podium.

Banjir Kritik Netizen

Potongan video tersebut ramai beredar dan viral di medsos. Komentar pedas pun membanjiri platform media sosial. 

Netizen menyoroti etika dewan juri yang dianggap tidak mau mengakui kekeliruan pendengaran mereka. 

Baca Juga: Peringatan Ahli Waris Sriwedari ke Pemkot Solo: Jangan Gegabah Revitalisasi Lahan Sengketa!

Banyak yang berpendapat, jika juri merasa kurang jelas mendengar jawaban, seharusnya juri meminta peserta mengulangi jawaban tersebut sebelum memberikan vonis nilai minus.

"Sangat disayangkan, juri lomba tingkat nasional tapi antikritik dan tidak teliti. Padahal di rekaman video jelas sekali peserta menyebut DPD," tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Selain juri, sosok pembawa acara (MC) perempuan dalam kegiatan tersebut juga tidak luput dari kritikan. 

Ia dinilai gagal menetralisir situasi dan justru ikut memojokkan peserta yang sedang memperjuangkan haknya atas jawaban yang benar.

Hingga kini, cuplikan video tersebut telah dibagikan ribuan kali dan menjadi perbincangan hangat terkait kualitas penjurian dalam kompetisi edukasi yang membawa nama lembaga tinggi negara tersebut.

Editor : Syahaamah Fikria
#cerdas cermat empat pilar mpr ri #juri #viral #mpr ri #cerdas cermat