RADARSOLO.COM - Kontroversi dalam ajang Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat tengah menjadi sorotan publik setelah sebuah keputusan dewan juri menuai protes keras.
Peristiwa ini bahkan viral di media sosial dan memicu perdebatan luas terkait profesionalisme juri serta konsistensi penilaian.
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, secara terbuka meminta Sekretariat Jenderal MPR RI untuk menganulir keputusan juri dalam lomba tersebut.
Ia juga mendesak agar pihak juri yang terlibat diberi sanksi tegas berupa blacklist dari kegiatan serupa di masa mendatang.
“Sebagai anggota DPR/MPR sekaligus alumni SMAN 1 Pontianak, saya meminta keputusan ini dianulir,” ujar Rifqinizamy melalui unggahan media sosialnya, Senin (11/5/2026).
DPR Soroti Keputusan Juri Dinilai Tidak Konsisten
Dalam polemik kontroversi Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI viral ini, Rifqinizamy menilai keputusan juri justru merugikan peserta dari SMAN 1 Pontianak.
Ia menegaskan bahwa jawaban yang diberikan peserta sebenarnya sudah benar secara substansi.
Namun, dalam penilaian juri, jawaban tersebut justru dianggap keliru dan diberikan penalti nilai minus lima dengan alasan teknis penyampaian yang dinilai kurang jelas.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti adanya ketidakkonsistenan penilaian, karena tim lain dengan jawaban serupa justru mendapatkan poin.
Desakan Blacklist Juri dan Klarifikasi MPR RI
Dalam perkembangan kontroversi Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, DPR RI melalui Rifqinizamy juga meminta agar dua juri yang terlibat, yakni Indri Wahyuni dan Dyanstasita Widya Budi, tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan serupa.
Ia bahkan secara tegas menyebut agar MPR RI melakukan blacklist terhadap juri yang dinilai tidak profesional tersebut.
“Kami meminta MPR RI mem-blacklist juri tersebut,” tegasnya.
Selain itu, DPR juga mendesak agar Sekretariat Jenderal MPR RI memberikan penjelasan terbuka kepada publik serta menyampaikan permintaan maaf atas keputusan juri yang dinilai kontroversial dan perlu dianulir.
Viral di Media Sosial, Publik Ikut Bereaksi
Kasus ini bermula saat peserta dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban terkait mekanisme pemilihan anggota BPK oleh DPR.
Jawaban tersebut dianggap benar secara konsep, namun tetap dinyatakan salah oleh juri.
Ketidaksesuaian penilaian inilah yang kemudian memicu kontroversi Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI viral di berbagai platform media sosial.
Video perdebatan antara peserta dan juri menyebar luas dan mengundang banyak komentar warganet.
Sebagian besar menilai keputusan juri tidak adil, tidak konsisten, serta perlu segera dianulir oleh MPR RI.
DPR Minta Peserta Diberi Penghargaan
Lebih jauh, Rifqinizamy juga mengusulkan agar peserta dari SMAN 1 Pontianak mendapatkan penghargaan khusus atas sikap mereka mempertahankan jawaban yang dianggap benar.
Ia bahkan mendorong agar para peserta tersebut dijadikan duta Empat Pilar Kebangsaan tingkat SMA di Kalimantan Barat sebagai bentuk apresiasi.
Sorotan terhadap Profesionalisme Juri Meningkat
Hingga kini, polemik keputusan juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI masih menjadi perbincangan hangat.
Publik menyoroti pentingnya konsistensi, transparansi, serta profesionalisme dalam setiap ajang pendidikan yang diselenggarakan lembaga negara.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kegiatan edukatif berskala nasional harus dijalankan secara adil agar tidak menimbulkan kontroversi viral seperti yang terjadi saat ini.
Editor : Nur Pramudito