Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kronologi Lengkap Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026 yang Viral Sampai Bikin Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf

Nur Pramudito • Selasa, 12 Mei 2026 | 10:20 WIB
Kronologi Lengkap Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026 yang Viral Sampai Bikin Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf
Kronologi Lengkap Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026 yang Viral Sampai Bikin Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf

RADARSOLO.COM - Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, akhirnya menyampaikan permintaan maaf terkait insiden dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada Sabtu (9/5/2026).

Ia menegaskan bahwa pihak MPR RI akan menindaklanjuti kejadian tersebut sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dewan juri serta sistem perlombaan.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” ujar Akbar dalam keterangan resmi MPR RI, Senin (11/5/2026).

Awal Mula Polemik di Final LCC 4 Pilar MPR RI 2026

Ajang final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat berlangsung di Pontianak dan diikuti oleh sembilan sekolah tingkat SMA.

Dari seluruh peserta, tiga sekolah berhasil melaju ke babak final, yaitu SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Polemik mulai mencuat saat sesi rebutan berlangsung dengan pertanyaan mengenai lembaga yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan oleh DPR RI.

Jawaban Benar Justru Diperdebatkan

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab dengan tepat.

Mereka menyampaikan bahwa anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh DPR RI dengan memperhatikan pertimbangan dari DPD RI serta diresmikan oleh Presiden.

Namun, alih-alih mendapat tambahan poin, dewan juri justru memberikan pengurangan lima poin kepada Regu C.

Juri yang diketahui berasal dari unsur Sekretariat Jenderal MPR RI menilai jawaban tersebut tidak terdengar jelas.

Jawaban Sama, Penilaian Berbeda

Kontroversi semakin memanas ketika pertanyaan yang sama kembali diajukan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas.

Jawaban yang diberikan identik dengan Regu C, yakni menyebut keterlibatan DPD RI dalam proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan.

Namun kali ini, jawaban tersebut justru mendapatkan nilai 10 dengan alasan “inti jawaban sudah benar”.

Perbedaan keputusan inilah yang memicu protes dari Regu C karena merasa mengalami perlakuan tidak adil.

Protes dari Peserta dan Penjelasan Juri

Regu C kemudian menyampaikan keberatan dan meminta klarifikasi, bahkan meminta audiens untuk menjadi saksi atas jawaban yang mereka sampaikan.

“Apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?” tanya salah satu peserta Regu C.

Namun, dewan juri tetap pada pendiriannya dan menegaskan bahwa mereka tidak mendengar penyebutan secara jelas.

Sementara itu, juri lainnya dari MPR RI menjelaskan bahwa dalam lomba tersebut, artikulasi dan kejelasan jawaban menjadi faktor penilaian penting.

Ia menambahkan bahwa ketidakjelasan penyebutan dapat berpengaruh pada pengurangan nilai, termasuk keputusan memberikan penalti minus lima poin.

Evaluasi dan Permintaan Maaf MPR RI

Menyikapi polemik yang terjadi, pihak MPR RI akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap sistem lomba maupun kinerja dewan juri.

Insiden ini menjadi sorotan publik karena dinilai menimbulkan kontroversi dalam ajang pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi objektivitas dan keadilan.(np)

Editor : Nur Pramudito
#Lomba Cerdas Cerman Empat Pilar MPR RI #Lomba CC 4 Pilar MPR RI #viral #kronologi #mpr ri