Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cara Nonton Film Pesta Babi yang Sedang Viral: Belum Ada di YouTube dan Platform Lain, Bagaimana Akses Resminya?

Syahaamah Fikria • Jumat, 15 Mei 2026 | 18:57 WIB
Film Pesta Babi.
Film Pesta Babi.

RADARSOLO.COM – Film dokumenter investigatif bertajuk Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita belakangan ini mendominasi percakapan publik di media sosial. 

Karya kolaborasi sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale ini memicu rasa penasaran yang masif, terlebih setelah beberapa agenda nonton bareng (nobar) dilaporkan dibubarkan paksa

Salah satunya acara nobar di Universitas Mataram dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, NTB.

Baca Juga: Ada 7 Kecamatan Rawan Kekeringan, Bupati Wonogiri Siapkan Anggaran Belanja Tak Terduga untuk Dropping Air Bersih

Meski animo masyarakat sangat tinggi, Anda tidak akan menemukan film ini di YouTube, Netflix, Disney+ Hotstar, maupun platform streaming arus utama lainnya.

Karya ini memang sengaja didistribusikan di luar jalur bioskop komersial.

Lantas, bagaimana cara publik bisa mengakses dan menyaksikan film dokumenter yang tengah menuai polemik ini?

Bergabung Nobar atau Bikin Layar Mandiri

Berdasarkan informasi resmi dari pihak penyelenggara, yakni Ekspedisi Indonesia Baru, tidak ada tautan (link) publik yang disebar bebas untuk menonton film ini. 

Akses menonton hanya diberikan melalui dua jalur komunal:

Baca Juga: Aturan Baru Sudutkan Guru Honorer, Disdik Solo Pasang Badan, Jamin Tetap Bisa Mengajar

 

1. Bergabung dengan Agenda Nobar Lokal

Calon penonton dapat mencari informasi mengenai agenda pemutaran bersama yang diselenggarakan oleh berbagai kelompok warga, komunitas kampus, atau organisasi sipil di kota masing-masing. 

Jadwal pemutaran komunal ini biasanya terus diperbarui melalui akun media sosial resmi penyelenggara, yakni Instagram atau X di @idbaruid.

2. Menggelar Pemutaran Mandiri

Jika di daerah Anda belum ada agenda nobar, maka bisa berinisiatif menyelenggarakannya sendiri. 

Baca Juga: Dituduh Mencuri, Anak Bawah Umur di Giritontro Wonogiri Diikat di Tiang Bangunan dan Sempat Dipukul: Polisi Amankan 4 Warga

Pihak yang berminat wajib mendaftarkan rencana pemutaran mereka melalui formulir resmi yang tersedia di situs web Ekspedisi Indonesia Baru. 

Tautan (link) film nantinya akan dikirimkan langsung oleh panitia pusat pada H-2 sebelum jadwal acara yang didaftarkan.

Syarat Ketat Penyelenggaraan Nobar Pesta Babi

Untuk mencegah pembajakan dan memastikan pesan film tersampaikan dengan baik, panitia menetapkan sejumlah aturan ketat bagi siapa pun yang ingin menjadi inisiator pemutaran mandiri:

1. Batas Minimal Penonton: Pemutaran film harus dihadiri oleh setidaknya 10 orang.

2. Publikasi Wajib: Penyelenggara harus menyebarluaskan poster acara di media sosial dengan menandai (tag) akun-akun kolaborator resmi, yaitu: Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru, Jubi News, Yayasan Pusaka, Watchdoc, dan Greenpeace Indonesia.

3. Penggunaan Tagar: Publikasi wajib menyertakan tagar kampanye #PestaBabi dan #PapuaBukanTanahKosong.

4. Laporan Dokumentasi: Setelah acara selesai, penyelenggara diwajibkan mengirimkan bukti dokumentasi kegiatan kepada panitia pusat.

Baca Juga: 418 Calon Siswa Berebut 150 Kursi Kelas PK SMPN 24 Dan SMPN 25 Solo, Hasil Psikotes Jadi Penentu

5. Anti-Pembajakan: Sangat dilarang keras untuk menggandakan, merekam ulang, atau menyebarluaskan tautan film secara ilegal ke ruang publik.

Mengapa Film Ini Jadi Sorotan Tajam?

Selama 95 menit, Pesta Babi menyajikan realitas pahit di Papua Selatan. 

Dokumenter ini merekam dengan jelas bagaimana masyarakat adat dari suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu harus kehilangan ruang hidup serta tanah leluhur mereka akibat masifnya ekspansi proyek food estate, perkebunan sawit, dan tebu untuk bioetanol.

Baca Juga: Kronologi Viral Kepala Sekolah Diduga Child Grooming Siswi di SMK Letris Pamulang, Incar Anak Fatherless hingga Bayar SPP

Lebih dari sekadar deforestasi, Dandhy dan Cypri menyoroti dugaan kuat adanya militerisasi dalam proses pengamanan investasi tersebut. 

Warga yang merasa tersingkir melakukan perlawanan simbolis dengan menancapkan "salib merah" sebagai bentuk penolakan atas perampasan tanah mereka.

Melalui narasi visual yang tajam, film ini mengkritik keras benturan antara ambisi ekonomi makro negara dan hak-hak dasar masyarakat adat, yang oleh pembuat film dilabeli sebagai bentuk neokolonialisme di abad modern.

Editor : Syahaamah Fikria
#pesta babi #cara nonton film pesta babi #nobar #viral #film