RADARSOLO.COM – Kedatangan bulan Dzulhijjah senantiasa dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Selain identik dengan pelaksanaan ibadah haji dan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha, Dzulhijjah juga menyimpan ladang pahala besar melalui serangkaian amalan sunnah, khususnya berpuasa pada sembilan hari pertama.
Anjuran untuk memperbanyak ibadah puasa di awal Dzulhijjah ini bersumber langsung dari kebiasaan Rasulullah SAW.
Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis riwayat Abu Dawud dari Sayyidah Hafsah RA.
Baca Juga: Alhamdulillah Serentak! Jadwal Resmi Idul Adha 2026 Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
"Sesungguhnya Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan."
Agar umat muslim dapat meraih keutamaan ibadah ini secara maksimal, berikut adalah panduan lengkap mengenai jadwal pelaksanaan, niat, tata cara, hingga keistimewaan puasa Dzulhijjah 2026.
Jadwal Lengkap Puasa Dzulhijjah 2026
Berdasarkan keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI yang telah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, maka rangkaian ibadah puasa sunnah Dzulhijjah sudah dapat dimulai sejak tanggal tersebut.
Rangkaian puasa ini terbagi menjadi tiga kategori utama, yakni puasa umum tanggal 1-7 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah), dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Berikut adalah rincian penanggalan Masehinya:
Puasa 1-7 Dzulhijjah 1447 H
1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Senin, 25 Mei 2026
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Selasa, 26 Mei 2026 (Sehari sebelum Idul Adha)
Lafal Niat Puasa Dzulhijjah
Niat adalah rukun utama dalam beribadah. Terdapat perbedaan pelafalan niat yang disesuaikan dengan waktu pelaksanaan puasanya.
Baca Juga: Kapan Idul Adha 2026 Versi NU? PBNU Resmi Tetapkan Tanggal Lebaran Haji Serentak dengan Pemerintah
1. Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah
Nawaitu shauma syahru dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi Ta'ala.
Artinya: "Saya berniat melakukan puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Puasa Dzulhijjah
Sama halnya dengan ibadah puasa lainnya, waktu pelaksanaan puasa Dzulhijjah dimulai sejak terbit fajar (waktu Subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu Magrib).
Selama durasi tersebut, umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami istri, serta menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang membatalkan atau merusak pahala puasa.
Berdasarkan panduan dari Nahdlatul Ulama (NU), pembacaan niat puasa Dzulhijjah sejatinya dianjurkan dilakukan pada malam hari.
Kendati demikian, karena berstatus puasa sunnah, keringanan (rukhsah) diberikan kepada mereka yang terlupa berniat di malam hari.
Umat muslim diperbolehkan membaca niat pada pagi atau siang hari sebelum masuknya waktu Zuhur, asalkan sejak subuh belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (seperti makan atau minum).
Keutamaan Luar Biasa Puasa Dzulhijjah
Meluangkan waktu untuk berpuasa di awal Dzulhijjah menyimpan ganjaran yang sangat besar, di antaranya:
1. Pahala Dilipatgandakan secara Spektakuler
Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa beribadah di 10 hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai Allah.
Bahkan, nilai puasa satu hari di periode ini disejajarkan pahalanya dengan berpuasa sunnah selama satu tahun penuh.
Baca Juga: 49 SMPN di Sragen Masih Kekurangan Guru di Tengah Rencana Penghapusan Honorer
2. Penggugur Dosa Dua Tahun (Khusus Puasa Arafah)
Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, melaksanakan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah (26 Mei 2026) memiliki fadhilah penghapusan dosa kecil yang telah dilakukan selama satu tahun ke belakang, serta dosa satu tahun yang akan datang (HR. Muslim).
3. Momentum Pembebasan dari Api Neraka
Hari Arafah adalah hari di mana rahmat Allah turun melimpah.
Rasulullah SAW bersabda (HR. Muslim) bahwa tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka selain pada Hari Arafah.
Editor : Syahaamah Fikria