RADARSOLO.COM - Film Pesta Babi menjadi sorotan karena mengangkat isu serius tentang deforestasi besar-besaran di Papua Selatan.
Kerusakan hutan tersebut diduga terjadi akibat ekspansi perkebunan tebu untuk bioetanol, sawit, hingga proyek food estate yang masuk dalam program strategis nasional (PSN).
Lewat sudut pandang masyarakat adat seperti Marind, Yei, Awyu, hingga Muyu, film ini memperlihatkan bagaimana warga lokal menghadapi tekanan atas tanah ulayat, hutan, sungai, serta sumber pangan tradisional mereka.
Tidak hanya itu, film ini juga menyoroti dinamika kekuasaan hingga keterlibatan aparat dalam konflik pembangunan tersebut.
Lantas, siapa pembuat Film Pesta Babi dan seperti apa sosok sutradara di balik karya ini?
Dua Sutradara di Balik Film Pesta Babi
Dua nama utama yang menjadi pembuat dan sutradara Film Pesta Babi adalah Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale.
Keduanya menggabungkan kekuatan jurnalisme investigatif dan pendekatan akademis untuk menghadirkan karya yang kuat secara narasi dan data.
Film ini juga merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak seperti Watchdoc, Jubi Media, Ekspedisi Indonesia Baru, serta dukungan mitra seperti Greenpeace.
Sosok Pembuat Film Pesta Babi: Dandhy Dwi Laksono
Dandhy Dwi Laksono lahir di Lumajang, Jawa Timur pada 29 Juni 1976.
Pada 2026, ia berusia 50 tahun. Ia dikenal sebagai jurnalis, aktivis, sekaligus pendiri Watchdoc Documentary Maker.
Latar belakang pendidikannya adalah Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), serta pelatihan jurnalistik internasional di Ohio University dan British Council London.
Kariernya dimulai sejak akhir 1990-an di berbagai media seperti Tabloid Kapital, Warta Ekonomi, hingga radio nasional dan internasional. Ia juga pernah bekerja di Liputan 6 SCTV dan RCTI.
Sebagai sutradara Film Pesta Babi, Dandhy dikenal lewat karya-karya dokumenter investigatif seperti Sexy Killers (2019) dan Dirty Vote (2024).
Karya-karya tersebut kerap memicu diskusi publik karena mengangkat isu kekuasaan, politik, dan lingkungan.
Proses produksi Pesta Babi sendiri disebut memakan waktu hingga empat tahun, dengan riset langsung di Papua yang penuh tantangan, termasuk risiko keamanan.
Sosok Sutradara Film Pesta Babi: Cypri Jehan Paju Dale
Cypri Jehan Paju Dale merupakan antropolog sosial asal Flores dengan rekam jejak akademik internasional.
Ia meraih gelar PhD dari University of Bern, Swiss, dengan fokus penelitian pada perjuangan masyarakat Papua dan isu kolonialisme modern.
Disertasinya membahas tentang pembangunan, gerakan anti-kolonial, serta peran agama dalam dinamika sosial di Papua Barat.
Cypri juga pernah menjadi peneliti di Kyoto University dan memiliki afiliasi akademik dengan University of Wisconsin-Madison.
Fokus penelitiannya mencakup politik pembangunan, antropologi sosial, hingga gerakan masyarakat adat.
Dalam Film Pesta Babi, Cypri memberikan perspektif antropologis yang kuat, terutama dalam membaca konflik antara pembangunan negara dan kehidupan masyarakat lokal.
Kolaborasi yang Menghasilkan Film Investigatif Kuat
Kolaborasi antara Dandhy sebagai jurnalis investigasi dan Cypri sebagai akademisi membuat Film Pesta Babi memiliki kekuatan ganda: narasi visual yang kuat dan analisis sosial yang mendalam.
Film ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga refleksi kritis tentang arah pembangunan di Indonesia, khususnya di Papua.
Isu yang diangkat menyentuh tema besar seperti hak masyarakat adat, deforestasi, hingga relasi kekuasaan.
Dampak dan Respons Publik
Perilisan Film Pesta Babi sempat menuai kontroversi, termasuk pembubaran beberapa kegiatan nonton bareng di sejumlah daerah.
Namun hal tersebut justru membuat perhatian publik semakin besar terhadap isi film.
Karya ini menegaskan bahwa sosok pembuat Film Pesta Babi bukan sekadar sutradara biasa, melainkan pembuat karya yang membawa misi sosial dan advokasi lingkungan.
Link Pendaftaran dan Narahubung Resmi
Bagi yang sudah mengumpulkan teman, kerabat, atau komunitas belajar dan siap mematuhi persyaratan, pendaftaran dapat dilakukan langsung melalui tautan yang disediakan oleh panitia:
Link Daftar Nobar: http://bit.ly/musimnobar_pestababi
Narahubung (WhatsApp): 0823-2301-8859
Bagi masyarakat yang belum memiliki rekanan untuk menggelar nobar sendiri, sangat disarankan untuk memantau terus akun Instagram atau X (Twitter) @idbaruid.
Di sana, panitia secara berkala akan memperbarui (update) informasi dan jadwal pemutaran film Pesta Babi yang digelar secara terbuka di sejumlah kota.
Editor : Nur Pramudito