RADARSOLO.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menerbitkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat.
Khususnya para pelaku pelaku UMKM agar mempertebal kewaspadaan terhadap kejahatan siber.
Emiten perbankan pelat merah ini menegaskan bahwa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tidak pernah ditawarkan maupun diproses melalui jalur mandiri daring (online) via tautan (link) tidak resmi ataupun aplikasi media sosial.
Baca Juga: Laba Bersih BRI Tembus Rp15,5 Triliun di Triwulan I 2026, ROE Meningkat ke Angka 18,4 Persen
Langkah preventif ini dirilis menyusul maraknya aksi penipuan digital yang mencatut nama besar institusi BRI untuk menjebak korban.
Modus Tautan Palsu dan Penipuan Berkedok KUR
Kejahatan berkedok penyaluran modal usaha subsidi ini jamak dilancarkan melalui pengiriman pesan singkat berantai, iklan manipulatif di media sosial, hingga penyebaran berkas aplikasi palsu.
Para komplotan penipu biasanya memikat calon korban dengan iming-iming proses pencairan instan tanpa jaminan, sarat kemudahan, namun diakhiri dengan pemerasan biaya administrasi ilegal di awal atau pencurian data isi rekening (phishing).
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan, pola operasional tersebut 100 persen palsu dan bukan bagian dari sistem layanan perseroan.
“BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR secara online melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, maupun pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan BRI," ujar Dhanny, Senin (18/5/2026).
"Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan diproses langsung oleh petugas BRI resmi,” imbuh dia.
Standardisasi Pengajuan Lewat Kantor Resmi
Baca Juga: Komitmen ESG: BRI Salurkan Kredit Berkelanjutan Rp718,8 Triliun untuk UMKM di Triwulan I 2026
Masyarakat diminta cerdas dan tidak mengambil jalan pintas dalam mengakses permodalan negara.
Seluruh mekanisme penilaian kelayakan kredit, pengumpulan berkas administrasi, hingga wawancara usaha wajib dilewati secara akuntabel.
Akses pengajuan KUR yang sah dan diakui hukum hanya dapat dilayani secara fisik melalui jaringan Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu (KCP), BRI Unit, Teras BRI, atau melalui perpanjangan tangan resmi seperti AgenBRILink serta mantri (tenaga pemasar resmi) BRI yang dibekali surat tugas penunjukan khusus.
BRI juga menggarisbawahi bahwa tata cara pengajuan KUR bersih dari segala bentuk pungutan liar di muka.
Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Sabang, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Gampong Iboih
Nasabah diminta langsung menaruh curiga jika ada pihak yang mengaku agen bank namun meminta transfer dana deposit awal.
Keamanan simpanan nasabah tetap menjadi prioritas utama yang terus dibentengi oleh manajemen melalui penguatan sistem enkripsi internal.
Proteksi Data Kerahasiaan Perbankan
Di samping keamanan sistem, faktor kelalaian manusia (human error) kerap menjadi pintu masuk utama para pelaku kejahatan memanipulasi korban (social engineering).
Nasabah diingatkan kembali untuk memperlakukan data perbankan layaknya dokumen rahasia negara yang tidak boleh berpindah tangan ke siapapun, termasuk kepada oknum yang mengaku-ngaku sebagai pegawai internal bank.
Dhanny mewanti-wanti nasabah agar tidak terpancing menyerahkan kode akses digital saat berkomunikasi.
“Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI,” tambah Dhanny.
Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Sabang, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Gampong Iboih
Segala bentuk pembaruan data keuangan hanya boleh dikonfirmasi secara mandiri lewat platform terverifikasi seperti situs web perusahaan, akun media sosial bercentang biru, atau saluran telepon darurat Contact BRI di nomor 14017 atau 1500017.
Pihak BRI memastikan tidak akan tinggal diam terhadap maraknya penyalahgunaan nama merek perusahaan di jagat digital.
Manajemen terus membangun koordinasi taktis bersama aparat penegak hukum dan Kementerian Komunikasi dan Informatika guna melacak serta memblokir situs-situs bodong penipu.
“Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan keamanan layanan perbankan, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menindaklanjuti berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” pungkas Dhanny. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono