Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cek Stok BBM Pertalite dan Pertamax Terbaru Per 18 Mei 2026, Tahan Sampai Berapa Hari?

Syahaamah Fikria • Selasa, 19 Mei 2026 | 19:46 WIB
Ilustrasi SPBU (PT Pertamina Patra Niaga)
Ilustrasi SPBU (PT Pertamina Patra Niaga)

RADARSOLO.COM – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi merilis data terbaru mengenai kondisi ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional di hadapan parlemen. 

Di tengah dinamika konsumsi energi dalam negeri, otoritas pengawas migas tersebut memastikan bahwa pasokan BBM strategis seperti Pertalite dan Pertamax berada pada posisi yang sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kondisi ketahanan energi ini dipaparkan langsung oleh Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Berdasarkan laporan per tanggal 18 Mei 2026, stok seluruh jenis BBM komersial maupun subsidi dipastikan terjaga secara berkelanjutan (continue).

Baca Juga: Buru DPO 'BABAHE', Satresnarkoba Polres Sukoharjo Gulung Dua Pengedar Sabu di Cemani

Rincian Ketahanan Stok Pertalite dan Pertamax

Sebagai komoditas dengan volume konsumsi terbesar di Indonesia, stok jenis BBM bensin (gasoline) menjadi fokus utama pengawasan. 

BPH Migas merinci daya tahan pasokan hilir untuk masing-masing jenis produk RON (Research Octane Number) sebagai berikut:

- Pertalite (RON 90)

Volume stok nasional tercatat berada di angka 1,37 juta kiloliter (KL). 

Pasokan BBM penugasan/subsidi ini memiliki tingkat ketahanan pasokan (day of supply) hingga 16 hari ke depan.

- Pertamax (RON 92)

Jenis BBM nonsubsidi ini memiliki cadangan sebesar 561 ribu KL.

Stok ini  dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan selama 27,8 hari.

- Pertamax Turbo (RON 98)

Untuk varian bahan bakar beroktan tinggi ini, ketahanan stok nasional mencatatkan angka paling panjang, yakni mampu bertahan hingga 61,7 hari.

"Stok BBM nasional per tanggal 18 hari kemarin, kita sangat aman. Pertalite pada posisi 16 hari, kemudian RON 92 (Pertamax) 27,8 hari,  untuk RON 98 (Pertamax Turbo) 61,7 hari," urai Wahyudi Anas.

Baca Juga: Alat Berat Kembali Beroperasi di Berjo Karanganyar, Warga Waswas Rusak Aliran Air

Selain lini kendaraan pribadi berbasis bensin, BPH Migas juga memastikan pasokan bahan bakar untuk sektor transportasi massal, logistik, hingga industri penerbangan berada pada status hijau.

Untuk bahan bakar mesin diesel (gasoil), stok solar bersubsidi saat ini berada di volume 1,57 juta KL dengan tingkat ketahanan 16,4 hari. 

Sementara itu, varian diesel nonsubsidi dengan kualitas lebih tinggi, yakni Pertamina Dex, mengamankan stok sebesar 60 ribu KL yang sanggup memenuhi kebutuhan hingga 35 hari.

Adapun untuk minyak tanah (kerosine) yang masih digunakan oleh sebagian kecil wilayah, stok tercatat sebesar 16 ribu KL atau setara dengan ketahanan 11,8 hari.

Meski angka ketahanan berkisar antara belasan hingga puluhan hari, Wahyudi Anas menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Angka ketahanan hari tersebut merupakan hitungan statis jika tidak ada pasokan baru sama sekali. 

Namun pada realitanya, proses produksi di kilang dalam negeri serta distribusi pasokan dari hulu ke terminal BBM terus berjalan setiap hari secara dinamis.

"Semuanya sangat aman, continue terjaga di level tersebut," tegas Wahyudi.

 

Editor : Syahaamah Fikria
#stok pertalite #pertalite #BBM #bph migas #pertamax