Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Anies Baswedan Blak-blakan Soroti Rupiah hingga Daya Beli, Singgung Pemerintah Tak Transparan soal Kondisi Negara

Nur Pramudito • Rabu, 20 Mei 2026 | 10:31 WIB
Anies Baswedan Blak-blakan Soroti Rupiah hingga Daya Beli, Singgung Pemerintah Tak Transparan soal Kondisi Negara (Dok. JAWA POS)
Anies Baswedan Blak-blakan Soroti Rupiah hingga Daya Beli, Singgung Pemerintah Tak Transparan soal Kondisi Negara (Dok. JAWA POS)

RADARSOLO.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.

Menurutnya, publik dan pasar saat ini membutuhkan kepastian dari pemerintah, bukan sekadar ketenangan semu.

Pernyataan itu disampaikan Anies melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (20/5/2026).

Dalam video yang diunggah, ia menekankan pentingnya transparansi dan kejujuran pemerintah dalam menghadapi situasi ekonomi yang penuh tekanan.

“Dalam situasi seperti ini, yang paling dibutuhkan pasar dan publik adalah satu hal, kepastian. Bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula, tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran, dari arah yang jelas, dari pemerintah yang tahu akan ke mana negeri ini dibawa,” kata Anies.

Anies menilai pemerintah belum menunjukkan keterbukaan penuh terkait kondisi ekonomi nasional.

Ia menyebut data yang dipublikasikan hanya menampilkan sisi positif, sementara persoalan yang memburuk justru ditutupi.

“Data dipilih-pilih, hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan,” ujarnya.

Ia menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah yang disebut berada di titik terendah sepanjang sejarah dan berdampak langsung terhadap kenaikan harga kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Anies juga menyinggung menyempitnya lapangan pekerjaan dan menurunnya daya beli masyarakat.

Menurutnya, tekanan global juga berpotensi memperburuk situasi. Ia menyinggung memanasnya geopolitik dunia, konflik di Timur Tengah, hingga ancaman El Nino yang diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah pengamatan.

“Tantangan di depan juga masih panjang, geopolitik yang memanas, konflik membayang di Timur Tengah, dan para ilmuwan mengingatkan El Nino terkuat dalam sejarah pengamatan itu sudah ada di depan mata,” tuturnya.

“Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan maka beratnya berlipat,” sambungnya.

Kritik Komentar Pejabat yang Dinilai Tidak Peka

Anies juga mengkritik sikap sejumlah pejabat negara yang dianggap terlalu santai menanggapi situasi ekonomi.

Ia menilai komentar para pejabat kerap terdengar seperti candaan di tengah kondisi yang serius.

“Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng bahkan bercanda. Kebijakan berubah-ubah, hari ini begini, besok berbeda. Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri bahkan sebagian kabur,” ucapnya.

Ia turut menyoroti keteladanan pemerintah dalam pengelolaan anggaran.

Saat rakyat diminta berhemat, menurut Anies, pemerintah justru terlihat sibuk dengan program yang dianggap bukan prioritas utama.

“Pemborosan di atas, pengetatan di bawah. Ini tampak sebagai ketidakpekaan,” katanya.

Anies menyebut berbagai peringatan mengenai kondisi ekonomi Indonesia sudah datang dari banyak pihak, mulai dari ekonom dalam negeri, lembaga keuangan internasional, hingga media nasional dan internasional.

“Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama. Ini yang dipertaruhkan sudah hajat hidup ratusan juta orang maka situasi ini harus diperlakukan dengan keseriusan yang sepadan,” ujar Anies.

Di akhir pernyataannya, Anies meminta pemerintah bersikap terbuka kepada publik mengenai tantangan yang sedang dihadapi negara.

“Berhentilah memberi obat tidur kepada publik,” katanya.

Ia juga menyarankan pemerintah untuk menyampaikan persoalan secara jujur serta menghadirkan kebijakan yang konsisten.

“Pimpin secara solid, ajeg dan dari atas sampai bawah. Itu yang menenangkan pasar dan itunya akan menenangkan rakyat,” pungkasnya.

Editor : Nur Pramudito
#Kondisi Negara #anies baswedan #rupiah melemah