RADARSOLO.COM - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Rapat Paripurna DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (20/5/2026) pukul 09.00 WIB.
Kehadiran Presiden dalam forum tersebut menjadi perhatian publik karena salah satu agenda utamanya adalah penyampaian langsung kebijakan fiskal nasional.
Konfirmasi kehadiran disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang menegaskan bahwa momen tersebut bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
“Insyaallah (Bapak Presiden, red.) hadir. Kebetulan (Rabu, red.) tanggal 20, (bertepatan dengan) Hari Kebangkitan Nasional. Jadi, Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa, terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” ujar Mensesneg dikutip Antara (19/5/2025).
Agenda Rapat Paripurna DPR Hari Ini
Secara keseluruhan, terdapat tiga agenda utama dalam rapat paripurna DPR RI hari ini, yaitu:
- Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 oleh pemerintah.
- Laporan Badan Legislasi DPR RI terkait evaluasi perubahan kedua Prolegnas RUU Prioritas 2026, dilanjutkan pengambilan keputusan.
- Pendapat fraksi-fraksi atas RUU usul inisiatif Komisi III tentang perubahan UU Kepolisian, yang kemudian diputuskan menjadi RUU usulan DPR RI.
Dari ketiga agenda tersebut, Apa Agenda Pidato Prabowo Hari Ini di Rapat Paripurna DPR secara khusus menyoroti poin pertama, yakni penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027.
Pidato Presiden akan menjadi dasar penting dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027.
Pidato Prabowo Fokus Arah Ekonomi dan Fiskal 2027
Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah untuk tahun mendatang, sekitar pukul 10.00 WIB.
Yang menarik, penyampaian KEM-PPKF oleh Presiden secara langsung disebut sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Biasanya, dokumen tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan sebagai wakil pemerintah.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut momen ini sebagai sejarah baru dalam mekanisme pembahasan awal APBN di parlemen.
“Saya baru cek tadi, mungkin ini baru pertama kali ya. Itu boleh-boleh saja. Namanya ini pengantar untuk penyusunan APBN 2027,” kata Sufmi Dasco.
Alasan Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR Hari Ini
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI disebut sebagai bentuk penegasan arah kebijakan ekonomi nasional 2027.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa KEM-PPKF tahun ini memuat program-program unggulan Presiden sehingga dinilai lebih tepat jika disampaikan langsung oleh kepala negara.
“Itu ada pesan-pesan penting yang di KEM-PPKF, di mana di KEM-PPKF itu ada program-program unggulan Presiden. Jadi, harus dia yang ngomong, bukan saya,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan sejarah baru dalam proses penyampaian kebijakan fiskal di Indonesia.
“Ini sejarah untuk pertama kali Presiden menyampaikan pidato dalam KEM-PPKF. Kan bebas, nggak ada hukumnya, kan? Saya pikir nggak ada undang-undangnya,” tambahnya.
Editor : Nur Pramudito