RADARSOLO.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak tengah menjadi pusaran sorotan publik, menyusul responsnya terhadap viral film dokumenter Pesta Babi.
Dalam pernyataannya, menantu dari mantan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tersebut mempertanyakan sumber aliran dana di balik pembuatan film dokumenter yang menyorot secara kritis dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) itu.
Seperti diketahui, film Pesta Babi yang dibuat Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale menyajikan realitas pahit yang terjadi di wilayah Papua selatan, khususnya di Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Baca Juga: Link Resmi Poster Film Pesta Babi Versi Indonesia dan Inggris, Bisa untuk Bahan Publikasi Nobar
Ruang hidup suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu kian terimpit oleh ambisi yang pembukaan lahan skala besar (food estate), perkebunan tebu untuk bioetanol, hingga ekspansi sawit biodiesel.
Lantas, seperti apa sepak terjang dan profil KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak yang kini ramai diperbincangkan?
Duitnya dari Mana
Kontroversi bermula saat Jenderal Maruli tiba-tiba mempertanyakan soal ongkos produksi film Pesta Babi.
Baca Juga: Suporter Persis Solo Kirim Pesan: Bertarunglah Sampai Titik Darah Penghabisan
Mengingat akses dan logistik menuju Papua Selatan membutuhkan biaya yang sangat besar.
“Duitnya dari mana? Coba pikir aja. Ya kan? Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini, terbang sana. Orang berduit lah,” tanya Maruli.
Kendati demikian, ia menolak menyebutkan secara spesifik siapa pihak yang ia curigai mendanai proyek visual tersebut, dan justru mengembalikan asumsi itu kepada media.
Menjawab kritik narasi dalam film tersebut, Maruli mengatakan bahwa kehadiran prajurit TNI di tanah Cenderawasih justru berfokus pada misi kemanusiaan dan pembangunan infrastruktur dasar.
Menurutnya, masih banyak wilayah di Papua yang kekurangan air bersih dan fasilitas pendidikan yang layak, dan di sanalah TNI turun tangan membantu rakyat.
Baca Juga: Jelang Penutupan TMMD, Dandim 0725 Sragen Cek Lokasi Kunjungan Pangdam
Sementara itu, terkait maraknya pembatalan dan pembubaran nobar Pesta Babi di berbagai kampus, Maruli mengklaim tak pernah ada instruksi pembubaran dari TNI.
Ia menilai langkah tersebut diambil murni oleh otoritas Pemerintah Daerah dan kampus demi menjaga kondusivitas keamanan wilayah.
Profil dan Rekam Jejak Militer Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak resmi memegang tongkat komando tertinggi di Angkatan Darat (KSAD) sejak 29 November 2023.
Baca Juga: Jelang Penutupan TMMD, Dandim 0725 Sragen Cek Lokasi Kunjungan Pangdam
Ia dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara untuk menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto yang naik jabatan menjadi Panglima TNI.
Berikut adalah rekam jejak karier militer pria kelahiran 27 Februari 1970 tersebut:
Latar Belakang Pasukan Elite: Maruli adalah abituren (lulusan) Akademi Militer (Akmil) tahun 1992.
Ia meniti karier dari kecabangan Infanteri, spesifiknya di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Detasemen Tempur Cakra.
Karier di Kopassus (2002–2014): Pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen Tempur Cakra (2002), Pabandya Ops Kopassus (2005-2008), Danyon 21 Grup 2/Sandi Yudha (2008-2009), Wadan Grup 1/Para Komando, hingga Asisten Operasi Danjen Kopassus (2014).
Lingkaran Istana (Paspampres): Di era periode pertama Presiden Jokowi, Maruli dipercaya sebagai Komandan Grup A Paspampres (2014–2016) yang mengawal langsung Presiden.
Sempat menjadi Danrem 074/Warastratama, ia ditarik kembali menjadi Wakil Komandan Paspampres (2017–2018), dan memuncak sebagai Komandan Paspampres (Danpaspampres) pada 2018–2020.
Baca Juga: Apakah PPPK Paruh Waktu Terima Gaji Ke-13 Juni Bulan Depan? Cek Aturan Pencairan Tahun 2026
Lulus dari Istana: Selepas dari Istana, ia ditunjuk sebagai Pangdam IX/Udayana (2020–2022) sebelum akhirnya menduduki posisi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada Januari 2022 menggantikan Jenderal Dudung Abdurachman.
Menantu Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan
Di luar seragam lorengnya, sosok Maruli Simanjuntak juga kerap dikaitkan dengan keluarga besar pejabat tinggi negara.
Ia merupakan menantu dari mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.
Maruli resmi mempersunting putri sulung Luhut, Paulina Pandjaitan, pada Januari 1999.
Mereka bertemu saat ajang olahraga SEA Games.
Kala itu, Maruli berpartisipasi sebagai atlet cabang olahraga Judo yang mewakili Indonesia.
Sementara Paulina bertugas sebagai Liaison Officer (LO).
Dari pernikahan tersebut, mereka telah dikaruniai dua orang anak.
Editor : Syahaamah Fikria