RADARSOLO.COM - Dalam kehidupan, setiap manusia pasti pernah berada dalam kondisi sulit dan membutuhkan pertolongan.
Tidak ada seorang pun yang mampu menjalani hidup tanpa bantuan dari Allah Swt maupun dukungan dari orang lain di sekitarnya.
Kadang seseorang diuji dengan kesempitan rezeki, penyakit, musibah, maupun berbagai persoalan hidup lainnya.
Pada saat seperti itulah manusia menyadari pentingnya kehadiran sesama yang mau membantu dan peduli terhadap penderitaan orang lain.
Tema tersebut diangkat dalam Khutbah Jumat 2026 berjudul “Meraih Pertolongan Allah melalui Kepedulian terhadap Sesama”.
Materi khutbah ini mengingatkan jamaah bahwa salah satu jalan terbesar untuk mendapatkan pertolongan Allah adalah dengan gemar menolong saudara yang sedang mengalami kesulitan.
Islam mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang diberikan kepada sesama akan kembali menjadi kebaikan bagi diri sendiri.
Membantu orang yang kesusahan, meringankan beban tetangga, memberi makan fakir miskin, hingga mendukung mereka yang sedang tertimpa musibah merupakan amalan mulia yang sangat dicintai Allah Swt.
Dalam Khutbah Jumat 2026 tentang pertolongan dan sesama ini, umat Islam diajak memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial.
Sebab, kehidupan yang penuh kasih sayang dan saling membantu akan melahirkan masyarakat yang harmonis, kuat, dan diberkahi Allah.
Rasulullah Saw juga mengajarkan bahwa Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya.
Karena itu, membantu sesama tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi jalan meraih rahmat, keberkahan, dan pertolongan dari Allah Swt.
Melalui khutbah ini, jamaah diharapkan semakin terdorong untuk memperbanyak amal sosial, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Sikap peduli terhadap sesama merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Naskah Khutbah Jumat 2026 tentang pertolongan Allah dan sesama ini dapat menjadi referensi bagi khatib dalam menyampaikan pesan dakwah mengenai pentingnya tolong-menolong, empati, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Khutbah I
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْقَائِمُ بِحُقُوْقِ اللهِ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ وَعَلَى أَلِهِ وَمَنْ وَالَاهُ،
أَمَّا بَعْدُ; فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ، وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Betapa banyak nikmat yang Allah limpahkan kepada kita setiap hari. Namun, di antara sekian banyak nikmat itu, ada dua anugerah terbesar yang patut terus kita syukuri, yaitu nikmat iman dan Islam. Tidak semua orang diberi kesempatan merasakan indahnya hidayah ini. Karena itu, menjadi kewajiban bagi kita sebagai hamba yang dipilih Allah untuk menjaga, merawat, dan mensyukurinya dalam setiap langkah kehidupan.
Shalawat serta salam juga senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw., beserta keluarga dan para sahabat beliau. Melalui perantara Rasulullah kita mengenal cahaya Islam, memahami kebenaran, dan menemukan jalan keselamatan. Maka, memperbanyak shalawat bukti cinta dan harapan agar kelak kita mendapat syafaat di hari akhir.
Dalam kesempatan ini, khatib juga mengajak diri pribadi dan seluruh jamaah untuk terus memperkuat ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan bukan hanya terlihat dalam ibadah, tetapi juga tercermin dalam sikap, ucapan, dan perbuatan sehari-hari. Sebab, pada akhirnya, tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan manusia selain ketakwaan kepada Allah.
Allah Swt. berfirman:
فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya; “Maka sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah ketakwaan, dan hendaklah bertakwa kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal.” (QS. al-Baqarah: 197)
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Pada dasarnya, meningkatkan ketakwaan tidak hanya berkaitan dengan ibadah mahdhah seperti shalat dan puasa. Ketakwaan juga tumbuh melalui hubungan sosial kita dengan sesama makhluk. Dalam berinteraksi dengan orang lain, kita hendaknya senantiasa berusaha berbuat baik, sesering dan sebanyak mungkin.
Salah satu kebaikan yang diajarkan dalam agama kita adalah tolong-menolong. Menolong tidak selalu harus dengan harta atau materi. Karena itu, tidak sepatutnya kita yang secara ekonomi masih pas-pasan atau bahkan terbatas menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk tidak membantu tetangga maupun orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan.
Coba kita perhatikan firman Allah ini:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya; "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras siksaan-Nya. (QS. Al-Maidah: 2)
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Pada ayat ini, Allah tidak menyebutkan harta atau materi sama sekali. Justru, pertolongan itu digambarkan dalam bentuk kebaikan dan ketakwaan. Artinya, membantu orang lain dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak hanya oleh mereka yang memiliki kelebihan harta. Sebab, hakikat pertolongan adalah memudahkan urusan sesama, selama tidak bertentangan dengan syariat.
Tolong-menolong juga dapat diwujudkan dalam bentuk nasihat, dukungan moral, maupun kebaikan-kebaikan lainnya. Sebab, sering kali ketika ada saudara, kolega, atau teman yang mencurahkan isi hatinya, itu menandakan bahwa ia sedang membutuhkan jalan keluar agar hatinya lebih tenang dan pikirannya tidak lagi risau.
Lebih dari itu, sejatinya ketika kita menolong orang lain, kita pun akan mendapatkan pertolongan dari Allah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim:
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Artinya; "Allah menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya," (HR. Imam Muslim).
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Hadis ini mengajarkan bahwa setiap bentuk kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain, sekecil apapun, akan membuka pintu pertolongan Allah. Pertolongan Allah itu sering kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, melalui ketenangan hati, kelancaran rezeki, keluarga harmonis, dan kemudahan menghadapi ujian hidup.
Hidup akan terasa lebih tenang ketika kita menolong orang yang kesulitan, misalnya tetangga yang sakit atau teman yang menghadapi masalah. Allah menenangkan hati kita dan mengurangi rasa gelisah. Rezeki menjadi lancar dan berkah ketika kita tulus membantu sesama, entah melalui bantuan materi, tenaga, atau waktu.
Dalam keluarga, saling menolong membangun keharmonisan, sehingga rumah menjadi tempat yang nyaman dan penuh kasih sayang. Hanya saja mungkin kita tidak menyadari kalau semua itu merupakan balasan Allah atas kebaikan kita dalam memudahkan urusan orang lain.
Syekh Al-Maraghi dalam kitab Tafsir Al-Maraghi juz 6 halaman 46, menjelaskan bahwa menolong orang lain merupakan bagian dari ajaran agama yang dapat memberi manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat, baik yang berkaitan dengan urusan agama maupun dunia.
Namun, yang paling penting, menurut Al-Maraghi, generasi awal Islam, yaitu Nabi Muhammad saw. dan para sahabat, telah memberi teladan dalam hal ini dengan penuh keikhlasan, tanpa tendensi dan tanpa motif apa pun, berbeda dengan kebiasaan yang sering kita lihat pada zaman sekarang.
Dengan kata lain, Syekh Al-Maraghi seakan mengingatkan kita agar lebih banyak melakukan refleksi diri: hendaklah kita membantu orang lain dengan tulus, bukan karena kepentingan tertentu atau maksud tersembunyi.
Sebab, ketika bantuan diberikan karena motif duniawi yang tersembunyi, pahala bisa hilang, dan pertolongan dari Allah pun menjadi sulit diperoleh, sebagaimana disebutkan dalam hadis sebelumnya.
Menjelang Idul Adha, marilah kita membiasakan diri membantu sesama dengan tulus, semata-mata mengharap pahala dan pertolongan Allah. Ibadah kurban bukan hanya ritual, tetapi juga wujud kepedulian sosial kepada fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan. Melalui kurban, kita berbagi kebahagiaan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan empati dan solidaritas antarsesama.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa menolong saudara, memperoleh pertolongan Allah dalam setiap urusan, dan senantiasa berkontribusi dalam kebaikan bagi umat manusia.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَبِهِ وَ كَفَرَ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ
الْخَلَاِئِقَ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَسَلَّمُ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً
اَمَّابَعْدُ: فَيَاعِبَادَ ﷲ, اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ.إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻭَﻣَﻼَﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ، ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮْﺍ ﺻَﻠُّﻮْﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮْﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴْﻤًﺎ .ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰسَيِّدِنَا ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁلهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، اللهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ، اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ.
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Editor : Nur Pramudito