Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Terungkap Modus Prihantini di Konferensi Ilmiah ISPPD 2026 Denmark: Diduga Lakukan Riset Palsu dan Ganti Identitas

Nur Pramudito • Selasa, 26 Mei 2026 | 15:32 WIB
Modus Prihantini yang Diduga Lakukan Riset Palsu di ISPPD 2026 Denmark, Gonta-Ganti Nama dan Jilbab
 (X @ardisatriawan)
Modus Prihantini yang Diduga Lakukan Riset Palsu di ISPPD 2026 Denmark, Gonta-Ganti Nama dan Jilbab (X @ardisatriawan)

RADARSOLO.COM - Media sosial tengah diramaikan dengan dugaan adanya modus Prihantini yang disebut-sebut terlibat dalam kasus riset palsu pada ajang ISPPD 2026 Denmark.

Isu ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Threads @mandharabrasika yang menyoroti adanya indikasi manipulasi identitas dan data penelitian.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut bahwa Prihantini diduga melakukan perubahan identitas berulang kali saat mengikuti presentasi di Konferensi Ilmiah ISPPD 2026 yang digelar di Kopenhagen, Denmark.

Modus yang disorot adalah penggunaan variasi nama serta perubahan penampilan, termasuk pergantian jilbab dan nametag.

“Salah seorang pelaku melakukan pemalsuan identitas. Modusnya pelaku berganti-ganti nama saat presentasi, bermodal ganti jilbab dan nametag,” tulis akun @mandharabrasika.

Tidak hanya itu, dalam klaim yang beredar, riset yang dipresentasikan juga diduga tidak benar-benar dilakukan secara ilmiah.

Bahkan disebutkan bahwa data hingga materi penelitian dibuat menggunakan teknologi AI dan fabrikasi data.

“Risetnya dibuat terlihat sangat hebat. Padahal risetnya tidak pernah ada. Datanya palsu di-generate AI, gambar dan tulisannya juga,” lanjut unggahan tersebut.

Sorotan Lokasi dan Afiliasi Riset yang Dipertanyakan

Akun tersebut juga menyoroti kejanggalan pada lokasi penelitian yang disebut terlalu luas dan tidak disertai kejelasan kolaborator maupun persetujuan etik penelitian.

Sejumlah lokasi yang disebut dalam riset tersebut antara lain Peruvian Andes, dataran tinggi Ethiopia, Guatemala, Lebanon, Yordania, Bangladesh, Sudan Selatan, Filipina, Kenya, Nepal, Malawi, hingga India bagian utara.

Selain itu, afiliasi yang tercantum seperti Al-BioMedicine Research Group dan IMCDS-BioMed Research Foundation yang berbasis di Jakarta juga diklaim tidak dapat ditemukan secara jelas keberadaannya.

Profil Prihantini yang Ikut Disorot

Berdasarkan informasi dari LinkedIn, Prihantini diketahui merupakan lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) program studi Matematika angkatan 2015.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister (S2) di Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui beasiswa LPDP pada tahun 2020.

Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjadi Research Assistant di Balai Besar Laboratorium Kesehatan pada 2018, kemudian tergabung dalam tim content RMPI di BRIN pada 2023.

Selanjutnya, ia juga tercatat pernah bekerja di LPDP sebagai Analyst di Directorate of Research Facilitation pada periode 2023–2024.

Saat ini, namanya disebut sebagai independent researcher di The IMCD BioMed Research Foundation.

Editor : Nur Pramudito
#Prihantini #ISPPD 2026 #Konferensi Ilmiah #Riset Palsu #modus