RADARSOLO.COM – Gema takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah resmi dikumandangkan oleh umat muslim di Indonesia.
Berbeda dengan Idul Fitri yang durasi takbirannya relatif singkat, syariat Islam mengatur rentang waktu takbiran Idul Adha jauh lebih panjang, yakni berlangsung selama lima sampai enam hari.
Mengacu pada ketetapan kalender pemerintah yang menetapkan Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, kumandang takbir sudah mulai bisa dilafalkan sejak Selasa pagi, 26 Mei 2026.
Membaca takbir menjelang dan sesudah Idul Adha hukumnya adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan).
Anjuran ibadah mulia ini termaktub secara legal dalam Al Quran Surah Al-Baqarah ayat 203:
"Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya..." (QS. Al-Baqarah [2]: 203).
Agar tidak keliru dalam mengamalkannya, umat muslim wajib memahami pembagian jenis takbiran yang terbagi menjadi dua macam.
Yakni Takbir Mursal (Mutlak) dan Takbir Muqayyad, beserta rincian jadwal lengkapnya di tahun ini.
Jenis Takbiran Idul Adha
Ibnu Hajar dalam kitab Al-Fath menjelaskan, riwayat paling sah dari para sahabat Nabi (termasuk Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas'ud) menetapkan takbiran Idul Adha dimulai sejak Subuh pada hari Arafah hingga waktu Ashar di hari terakhir menetap di Mina (hari Tasyrik).
Madzhab ini juga dianut kuat oleh Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal.
Berikut adalah rincian pembagian waktu takbiran Idul Adha 2026:
1. Takbiran Mutlak (Mursal)
Takbiran mutlak adalah ibadah takbir yang sifatnya bebas, tidak terikat oleh waktu maupun tempat khusus.
Umat muslim bisa mengumandangkannya di masjid, jalanan, pasar, maupun di dalam rumah secara berkala.
Waktu Mulai: Selasa, 26 Mei 2026 (Sesaat setelah matahari terbenam/masuk waktu Maghrib).
Baca Juga: Hari Jadi Ke-280 Sragen Berbarengan dengan Idul Adha, Bupati Sigit: Jadi Momentum Berbagi
Waktu Berakhir: Rabu, 27 Mei 2026 (Tepat saat imam mulai memimpin shalat Idul Adha).
2. Takbiran Muqayyad
Berbeda dengan jenis mutlak, takbiran muqayyad memiliki aturan yang terikat waktu secara ketat.
Takbir ini khusus dibaca dan dilafalkan setiap kali selesai menunaikan ibadah shalat, baik shalat fardhu lima waktu maupun shalat sunnah.
Waktu Mulai: Selasa, 26 Mei 2026 (Sejak selesai shalat Subuh pada hari Arafah/9 Dzulhijjah).
Waktu Berakhir: Sabtu, 30 Mei 2026 (Hingga masuk waktu Ashar di hari Tasyrik terakhir/13 Dzulhijjah).
Jadwal Pelaksanaan Takbiran Idul Adha 2026
Takbiran Mutlak
- Waktu Mulai: 26 Mei 2026 (Sesudah masuk waktu Maghrib)
- Waktu Berakhir: 27 Mei 2026 (Sebelum ibadah shalat Id dimulai)
Ketentuan Pelaksanaan: Sifatnya bebas dan umum, dapat dikumandangkan kapan saja serta di mana saja tanpa terikat momen khusus.
Takbiran Muqayyad
- Waktu Mulai: 26 Mei 2026 (Sejak selesai waktu shalat Subuh)
- Waktu Berakhir: 30 Mei 2026 (Hingga memasuki waktu Ashar di hari Tasyrik terakhir)
Ketentuan Pelaksanaan: Bersifat mengikat, khusus dilafalkan dan dibaca setiap kali selesai menunaikan shalat wajib lima waktu maupun shalat sunnah.
Lafaz Bacaan Takbiran Idul Adha Lengkap dengan Zikir
Berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, disunnahkan mengulang lafaz takbir dasar sebanyak tiga kali sebagai berikut:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”
Selanjutnya, umat muslim dianjurkan menyambungnya dengan bacaan zikir panjang yang merujuk pada hadis riwayat Imam Muslim mengenai zikir Rasulullah SAW di bukit Shafa:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Baca Juga: Link Download Twibbon Idul Adha 2026 Terbaru Gratis Paling Lengkap untuk Meriahkan Hari Raya Kurban
Artinya: “Allah Maha Besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha Suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang Esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar.”
Sebagai alternatif populer di tengah masyarakat, kalimat takbiran yang ringkas di bawah ini juga sangat baik dan sah untuk dilantunkan:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.
Editor : Syahaamah Fikria