Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 6 Mei 2026. Rekaman CCTV yang beredar luas memperlihatkan korban berinisial MHF (30) terlibat cekcok dengan Woodyrman di pinggir jalan dekat hotel tempat mereka menginap.
Dalam video viral itu, korban terlihat tersungkur setelah diduga dipukul menggunakan paper bag yang berisi botol kaca.
Benturan keras membuat korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.
Kronologi Penganiayaan WNA Brunei di Blok M
Insiden bermula ketika korban bersama beberapa rekannya sedang berkumpul di depan minimarket kawasan Blok M.
Tak lama kemudian, Woodyrman datang sambil membawa tas kertas yang diduga berisi botol kaca.
Awalnya keduanya sempat berbicara biasa. Namun situasi berubah memanas hingga terjadi adu mulut.
Percekcokan kemudian berpindah ke seberang jalan, tepat di dekat hotel tempat korban menginap.
Menurut keterangan polisi, beberapa orang sempat mencoba melerai pertikaian tersebut. Namun pelaku diduga tetap melayangkan pukulan ke arah kepala korban menggunakan paper bag berisi benda keras.
Akibat pukulan itu, korban langsung jatuh dari trotoar ke pinggir jalan dan tak sadarkan diri.
Rekan-rekannya kemudian membawa korban kembali ke hotel sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Korban Mengalami Cedera Parah
Penyidik menyebut korban mengalami luka cukup serius di bagian kepala.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya benturan di kepala belakang, memar di area mata kiri, serta cedera pada tulang selangka kiri.
Setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Polisi kemudian menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban melalui teman korban yang berada di Indonesia.
Karena laporan dibuat beberapa hari setelah kejadian, polisi mengaku kesulitan menemukan barang bukti berupa botol kaca yang diduga digunakan saat penganiayaan berlangsung.
Meski begitu, rekaman CCTV di lokasi menjadi salah satu alat bukti utama dalam penyelidikan.
Datang ke Jakarta untuk Nonton Konser
Korban diketahui datang ke Jakarta bersama tujuh rekannya dari Brunei Darussalam untuk menonton konser musik.
Mereka menginap selama lebih dari sepekan di sebuah hotel kawasan Blok M.
Pihak hotel mengaku tidak mengetahui adanya insiden penganiayaan tersebut hingga polisi datang melakukan pemeriksaan.
Saat kejadian terungkap, korban dan rombongannya diketahui sudah check out dari hotel.
Siapa Woodyrman?
Nama Woodyrman mendadak viral usai terseret kasus dugaan penganiayaan terhadap WNA Brunei hingga tewas di Blok M.
Sosok ini diketahui memiliki nama asli Mohammad Irman Ali dan merupakan warga negara Brunei Darussalam.
Woodyrman lahir pada 23 Januari 1993 dan dikenal aktif di media sosial sebagai influencer sekaligus trader forex.
Ia mulai serius membangun karier di dunia trading sejak tahun 2020.
Berikut profil singkat Woodyrman:
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Nama Asli | Mohammad Irman Ali |
| Nama Populer | Woodyrman |
| Kewarganegaraan | Brunei Darussalam |
| Profesi | Forex Trader & Influencer |
| Mulai Aktif | 2020 |
Dekat dengan Seleb dan Influencer Indonesia
Eksistensi Woodyrman di Indonesia cukup dikenal karena memiliki relasi dengan sejumlah figur publik
Ia beberapa kali terlihat bersama selebgram dan artis Indonesia, termasuk Sintya Marisca.
Kebersamaan mereka sempat terlihat dalam unggahan media sosial saat melakukan perjalanan ke Bukittinggi, Sumatera Barat.
Selain itu, Woodyrman juga diketahui terlibat dalam dunia combat sport Indonesia.
Ia disebut pernah menjadi bagian pendukung program Byon Combat yang dikelola oleh kreator konten Celloszxz.
Di media sosial, Woodyrman juga dikenal sering membuat giveaway bernilai fantastis untuk para pengikutnya, mulai dari uang tunai hingga sepeda motor.
Kini, kasus yang menyeret nama Woodyrman masih ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Jakarta Selatan serta Interpol karena korban dan pelaku sama-sama merupakan warga negara asing.