RADARSOLO.COM - Khutbah Jumat 29 Mei 2026 Bulan Dzulhijjah dengan tema makna kurban Idul Adha dapat menjadi inspirasi bagi khatib dan imam yang akan menyampaikan khutbah kepada jamaah.
Tema ini relevan untuk mengingatkan umat Islam tentang arti keikhlasan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ibadah kurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang memiliki kemampuan harta.
Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah salat Idul Adha pada 10 Dzulhijjah hingga berakhirnya hari-hari Tasyrik.
Pada tahun 2026, penyembelihan hewan kurban dilaksanakan mulai Rabu, 27 Mei 2026.
Dalam ajaran Islam, kurban bukan hanya sebatas menyembelih hewan, melainkan simbol ketakwaan dan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Khutbah Jumat 29 Mei 2026 Bulan Dzulhijjah ini juga mengingatkan bahwa Idul Adha memiliki nilai sosial yang sangat besar.
Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat menjadi sarana mempererat persaudaraan dan membantu sesama yang membutuhkan.
Pemerintah telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.
Perayaan Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban serta pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Oleh sebab itu, Idul Adha juga dikenal sebagai Lebaran Haji.
Berikut gambaran isi Khutbah Jumat 29 Mei 2026 Bulan Dzulhijjah tentang makna kurban Idul Adha:
Khatib dapat mengajak jamaah untuk meneladani keteguhan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Kisah tersebut mengajarkan pentingnya keikhlasan, kesabaran, dan kepatuhan kepada Allah di atas kepentingan duniawi.
Selain itu, ibadah kurban juga mengandung pesan agar umat Islam memiliki kepedulian sosial.
Melalui pembagian daging kurban, masyarakat diajak untuk berbagi kebahagiaan dan memperkuat rasa persaudaraan antarsesama.
Khutbah Jumat 29 Mei 2026 Bulan Dzulhijjah tentang kurban Idul Adha diharapkan dapat memberikan motivasi kepada jamaah untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ
أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ
Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.
Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap kelak.
Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah…
Hari ini, Jumat 29 Mei 2026 bertepatan dengan 12 Dzulhijjah 1447 H. Dengan begitu, umat Islam masih memiliki waktu dua hari untuk memotong hewan kurban.
Dalam Al-Qur’an, perintah qurban termaktub melalui surah Al-Hajj ayat 34 yang berbunyi:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ ٣٤
wa likulli ummatin ja‘alnâ mansakal liyadzkurusmallâhi ‘alâ mâ razaqahum mim bahîmatil-an‘âm, fa ilâhukum ilâhuw wâḫidun fa lahû aslimû, wa basysyiril-mukhbitîn
Artinya:"Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah)."
Hadirin yang berbahagia.....
Perintah kurban juga termatub dalam QS Al-Kautsar ayat 1-2
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2)
innâ a‘thainâkal-kautsar. fa shalli lirabbika wan-ḫar
Artinya, “Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”
Berdasarkan ayat ini, kita semua sangat dianjurkan untuk berkurban setelah menunaikan shalat hari raya idul Adha. Berkuran merupakan bentuk syukur kepada Allah swt atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita semua.
Dalam sejarah Islam, perintah qurban dimulai sejak masa Nabi Adam AS. Atas perintah Allah Swt., Nabi Adam meminta kepada 2 putranya, Habil dan Kabil, untuk berkurban. Keduanya harus berkurban dalam rangka memperoleh Iqlima dan Labuda sebagai istri.
Habil berkurban binatang ternak terbaik miliknya, sementara Kabil hanya memberi hasil pertanian yang rusak dan busuk. Kurban dari Habil diterima oleh Allah Swt. karena rasa keikhlasan. Adapun kurban dari Kabil ditolak karena tidak ikhlas.
Namun, perintah qurban menggunakan hewan ternak dilatarbelakangi oleh kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Kala itu, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya, Ismail.
Nabi Ibrahim menerima perintah tersebut, dan dengan penuh ketaatan, ia menyampaikan perintah itu kepada Nabi Ismail. Setelah Nabi Ibrahim menyampaikan perintah kepada Ismail, ia menyanggupi perintah Allah. Maka, tepat pada tangal 10 Dzulhijjah sewaktu Nabi Ismail berusia 7 tahun (ada yang berpendapat 13 tahun), Nabi Ibrahim menjalankan perintah itu di Mina.
Berkat rahmat dan kasih sayang Allah Swt., Ismail tidak jadi dikurbankan. Saat Ibrahim hendak menyembelih putranya, Allah lalu mengganti Ismail dengan seekor domba.
Dari peristiwa tersebut dapat kita petik pelajaran bahwa kurban mengajarkan bahwa cinta dan ketaatan kepada Allah harus berada di atas segalanya, termasuk di atas materi, ego, bahkan kecintaan pada keluarga.
Kurban juga memiliki sisi sosial dan kemanusiaan yang penting. Daging kurban nantinya akan diberikan kepada masyarakat terutama kaum dhuafa, fakir, dan miskin. Daging kurban ini mungkin jarang mereka konsumsi sehari-hari. Melalui kurban, kita dapat menumbuhkan rasa empati, mengikis kecemburuan sosial, dan mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat tanpa memandang status.
Secara simbolis, menyembelih hewan kurban bermakna memangkas sifat-sifat buruk ego manusia, seperti ketamakan, keserakahan, rasa sombong, dan mementingkan diri sendiri. Mengeluarkan sebagian harta untuk membeli hewan kurban melatih seseorang untuk tidak diperbudak oleh materi dan belajar melepaskan sesuatu demi kemaslahatan yang lebih besar.
Dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Tirmizdi, seseorang yang berkurbanakan memperoleh nilai keutamaan dan kemuliaan yang tinggi. Sebab telah menjalankan ibadah yang disenangi oleh Allah.
مَا عَمِلَ آدَمِىٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِى فَرْثِهِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ فِى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Artinya, “Tidak ada amalan yang dilakukan oleh manusia pada hari raya kurban, yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan (berkurban). Sesungguhnya, hewan kurban itu pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Dan sungguh, sebelum darah kurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Karenanya, lapangkanlah jiwa kalian untuk melakukannya.” (HR at-Tirmidzi).
Semoga kita dapat menjaga kesucian dan kehormatan momen Idul Adha sebagai langkah awal untuk memperbaiki rasa hormat dan patuh kita akan perintah-perintah serta larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ،
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Editor : Nur PramuditoSumber : NU Online