RADARSOLO.COM - Empat anggota satu keluarga asal Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia saat menjalani liburan glamping di kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Polisi kini mengungkap kronologi lengkap peristiwa tragis tersebut.
Korban diketahui bernama Muhamad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), serta dua anak mereka yakni Alvino Evan Hakim (16) dan Bagas Amar Hakiki (21).
Bagas diketahui merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022.
Peristiwa satu keluarga meninggal di Temanggung saat glamping ini awalnya diduga akibat keracunan makanan.
Namun, hasil pemeriksaan sementara polisi mengarah pada dugaan keracunan gas dari alat masak portable maupun asap barbeque yang terjebak di dalam tenda.
Kronologi Satu Keluarga Meninggal Saat Glamping di Temanggung
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga tersebut berangkat menuju kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Temanggung, pada Selasa malam (26/5/2026).
Mereka tiba sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan mobil Honda Jazz RS putih bernomor polisi H-1609-PT.
Setelah melakukan registrasi, petugas kemudian mengantar mereka menuju Tenda Glamping Safari Nomor 3 untuk bermalam.
Pada malam itu, keluarga tersebut sempat melakukan aktivitas barbeque dan memasak menggunakan gas portable di area glamping yang berada di kawasan pegunungan berhawa dingin.
Keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, petugas glamping datang untuk mengantarkan sarapan.
Namun saat dipanggil, tidak ada jawaban dari dalam tenda.
Petugas awalnya mengira penghuni masih beristirahat sehingga tidak langsung membuka tenda.
Sekitar pukul 11.45 WIB, petugas kembali datang untuk mengingatkan jadwal check out sekaligus persiapan pembersihan area glamping.
“Pada keesokan harinya, Rabu (27/5) sekitar pukul 11.45 WIB, petugas wisata sempat mengingatkan para korban untuk segera melakukan proses checkout karena lokasi area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat itu tidak ada respons dari dalam tenda,” ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra.
Karena merasa curiga, petugas akhirnya membuka pintu tenda sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itulah keempat korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh kaku.
Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada pengelola wisata dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Tim Inafis Polres Temanggung bersama petugas medis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dugaan Penyebab Satu Keluarga Meninggal di Temanggung
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tenda juga terlihat masih rapi.
Namun, beberapa korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa dan posisi tangan saling menggenggam.
Awalnya, polisi menduga satu keluarga meninggal di Temanggung tersebut akibat keracunan makanan karena korban membawa sendiri bahan makanan dan perlengkapan barbeque.
Sejumlah sampel makanan kemudian diamankan untuk diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Selain itu, autopsi terhadap jenazah juga dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian.
Namun dalam perkembangan penyelidikan, dugaan keracunan makanan mulai melemah. Polisi justru menemukan indikasi kuat adanya keracunan gas di dalam tenda glamping.
Diduga, gas dari kompor portable maupun asap hasil pembakaran barbeque terperangkap di dalam tenda akibat minimnya ventilasi udara.
Setelah selesai memasak, korban diduga langsung tidur dengan kondisi tenda tertutup rapat sehingga sirkulasi udara tidak berjalan baik.
Gejala yang ditemukan pada korban juga dinilai lebih mengarah pada keracunan gas karbon monoksida atau karbon dioksida.
Korban diduga mengalami lemas, mengantuk, lalu kehilangan kesadaran tanpa sempat melakukan perlawanan.
“Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum berani mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan, begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng,” kata Mahendra.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil resmi autopsi dan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti tragedi satu keluarga meninggal saat glamping di Temanggung tersebut.(np)
Editor : Nur Pramudito